Orang tua korban tersenat lisyrik didampingi kuasa hukumnya saat mendatangi kantor PLN Cianjur

Liputan  Shandi

Cianjur, metropuncaknews.com –  Bukan sekali saja, keluarga korban (orangtua M. Enda Suryadi) yang tersengat listrik tegangan tinggi mendatangi kantor PLN Cianjur dengan didampingi kuasa hukumnya. Maksud mendatangi PLN tak lain adalah untuk menanyakan kejelasan tentang pertanggung jawaban pihak PLN atas kejadian yang menimpa anaknya, Senin (25/6).

Enang Munajat (36) dan Masalia Handayani (25) orangtua korban mengatakan, kedatangannya tidak ada niatan lain. Hanya meminta pertanggung jawaban pihak PLN kepada nasib anaknya, yang kini terbaring di pengobatan alternatif H Solihin, Tegal Panjang Sukalarang, Sukabumi.

” Ya, artinya sangat mengharapkan bantuan dan pertanggung jawaban. Namun, saat ini masih belum ada kejelasan yang pasti. Kedatangan saya bersama kuasa hukum secara baik-baik, tapi entah kenapa seakan-akan hasilnya masih ngambang tidak ada kepastian mengenai bantuan itu,” katanya dengan nada kesal.

Salah seorang kuasa hukum korban, Deni Sunarya alias Mang Gawel memaparkan, dirinya sudah datang dengan itikad baik sekaligus bersilaturahmi. Namun sambutannya bisa dikatakan agak kurang respon. Apabila jawabannya seperti itu, kata Mang Gawel. pihaknya akan turun ke jalan melakukan aksi unjuk rasa demi kemanusiaan.

” Mungkin akan bikin surat somasi dulu, seperti apa pertanggung jawaban pihak PLN. Karena ini menyangkut nyawa seseorang atau keselamatan jiwa yang sedang terancam. Jelasnya minta ganti rugi secara pasti, karena itu suatu musibah bukan unsur kesengajaan,” kata dia kepada awak media.

Masih menurut Mang Gawel, sampaikan kepada pihak PLN. Mungkin nanti ketemu saja di DPRD melalui Komisi IV dan akan membawa massa lebih banyak lagi untuk unjuk rasa dengan warga setempat. “Bukannya apa-apa seakan meledek kalau begini terus, sebelumnya juga dah beberapa jam menunggu hal yang tidak jelas,” kata Mang Gawel.

Bila mengacu pada keterangan standar operasional prosedur (SOP), mengenai kabel listrik, masih kata Mang Gawel, pihaknya menduga PLN melanggar pasal 44 ayat 1 Undang-undang nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan, yang di dalamnya dijelaskan bahwa “setiap kegiatan ketenagalistrikan wajib memenuhi standar keselamatan”.

“Kami ingin PLN memberi ganti rugi yang layak. Kalau tidak, kami akan tempuh jalur hukum, ” tegasnya

Sementara, Manager PLN Rayon Kecamatan Cianjur (kota,red), Wawan melalui Supervisor Teknik, Akhmad mengungkapkan, semua sedang ada rapat penting. Namun, akan disampaikan mengenai kedatangan keluarga korban kepada pimpinan.

” Ya, karena saya bukan selaku pemangku kebijakan. Jadi semuanya harus menempuh beberapa proses sesuai aturan, artinya harus dirundingkan melalui musyawarah. Pasti akan dibantu dan peduli, namun butuh waktu saja hanya tinggal menunggu waktu dan kepastian tepatnya, Kamis tanggal 28 Juni 2018 jawaban jelasnya,”  terang dia saat audensi berlangsung.

Sebelumnya, pihak PLN menyatakan akan memperhatikan dan peduli tentunya. Bahkan rencananya akan membesuk langsung bersama ke Pengobatan Alternatif H. Solihin di Tegal Panjang Sukalarang, Sukabumi. Tentunya akan tanggung jawab penuh dan membantu, semua pengobatan akan ditanggung sesuai kemampuan dan butuh.   Semua itu akan disampaikan langsung ke pimpinan.

” Akan dibicarakan melalui musyawarah dengan pimpinan. Karena, bagaiman pun kita punya atasan yang menentukan kebijakan semua itu. Mudah-mudahan semuanya bisa teratasi dan berjalan dengan lancar sesuai harapan,” pungkasnya saat didampingi Humas PT PLN Cianjur, Hj Deetje M beberapa hari lalu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here