Laporan : Danni

Cianjur, metropuncaknews.com – Aparat Penegak Hukum (APH), menetapkan oknum Kepala Desa Gudang Kecamatan Cikalongkulon Kabupaten Cianjur, sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi Dana Desa (DD).

Maka dengan ditetapkannya oknum kades tersebut, menambah panjang daftar kasus korupsi DD di Kabupaten Cianjur.

Diketahui, APH sebelumnya telah menetapkan dua mantan Kades dengan kasus yang sama. Yaitu penyelewengan DD. Antara lain mantan Kepala Desa Bunisari Kecamatan Warungkondang dan mantan Kepala Desa Cimacan Kecamatan Cipanas.

Menyusul secara resmi pada Jumat 10 September 2021 kemarin, Kejaksaan Negeri (Kejari) Cianjur, kembali menetapkan oknum Kepala Desa Gudang Kecamatan Cilalongkulon yang masih aktif berinisial E.S sebagai tersangka kasus dugaan korupsi. Kemudian ES diciduk dan dititipkan langsung ke Lembaga Pemasyarakatan kelas II B Cianjur selama 20 hari kedepan.

Sementara itu saat di konfirmasi wartawan, Senin (13/09/2021) di Kantor Kejari di Jl. Dr.Muwardi Bypass Kelurahan Bojongherang, Kecamatan Cianjur, Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Cianjur, Brian mengatakan, terkait alasan penahanan oknum Kades tersebut pada hari Jumat 10 Sepetember 2021 kemarin, karena yang bersangkutan telah melakukan penyelewengan APBDes Tahun 2018.

” Ya, yang bersangkutan ditahan karena masih menjabat sebagai kades aktif. Dikhawatirkan ada potensi yang bersangkutan menghilangkan barang bukti,” kata Brian seraya menambahkan, perkara dugaan korupsi ini terus dalam pengembangan.

” Karena masih terus dalam pengembangan, kita akan memanggil saksi – saksi untuk dimintai keterangan,” tandas Brian.

Mengenai berapa kerugian negara, sambung Brian, pihaknya belum bisa memberikan keterangan. Menurutnya saat ini masih dihitung oleh Inspektorat.

” Kerugiannya berapa kita masih menunggu, karena saat ini masih dalam penghitungan Inspektorat,” tandasnya.

Menyikapi hal tersebut, Ketua Apdesi Kecamatan Cikalongkulon Dudi Aryadikara, mengatakan, pihaknya merasa prihatin dengan adanya oknum kepala desa di wilayahnya yang ditahan Kejari Cianjur.

” Dengan adanya kasus yang dialami oleh oknum kades di Kecamatan Cikalongkulon ini, kami sangat prihatin,” kata dia.

Dudi menuturkan, kejadian ini merupakan cerminan bagi kita. Karena semua harus transparan dalam mengelola keuangan negara. Artinya tidak boleh sembarangan apalagi untuk kepentingan pribadi

” Karena yang bersangkutan adalah rekan kita, jadi Apdesi akan terus mengikuti perkembangannya. Lebih jauhnya lagi, diharapkan sesuai dengan keinginan masyarakat yakni tidak ada kasus korupsi di tingkat desa,” ujarnya menegaskan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here