ribuan jiwa terancam terisolir, gara-gara jembatan gantung runtuh

Laporan : Shandi

Cianjur, metropuncaknews.com – Jembatan gantung Cisarakan  yang menghubungkan Desa Neglasari dan Desa Gelarpawitan, Kecamatan Cidaun, Cianjur Selatan, putus saat terjadi hujan dengan intensitas yang tinggi, Senin (3/12) kemarin.

Jembatan yang memiliki panjangnya 115 meter dengan lebar 1,5 meter saat ini kondisinya ambruk. Sehingga warga yang setiap hari melintasinya mengeluh. Karena tidak ada akses lain lagi, adapun jalan yang bisa dilewati jaraknya mencapai puluhan kilometer.

Pantauan awak media di lokasi ambruknya jembatan gantung tersebut, terpantau Anggota TNI-POLRI, Pemerintah Desa Gelarpawitan dan masyarakat sedang mengevakuasi puing-puing jembatan gantung yang jatuh di bawah sungai.

” Karena hanya mengunakan alat manual hingga evakuasi tidak bisa dilanjutkan, sebab terlalu berbahaya dan harus mengunakan peralatan berat. Beruntung pada saat kejadian tidak ada korban,” ujar salah seorang warga yang sedang membantu evakuasi reruntuhan jembatan, Selasa (4/12).

Jembatan gantung Cisarakan dibangun pada tahun 2014 silam oleh Pemda Cianjur melalui Dinas Tarkim pada saat itu. Jembatan gantung Cisarakan itu merupakan akses jalan satu-satunya untuk warga desa Gelarpawitan Dan Negalsari.

Saat dihubungi via telepon seluler Kepala Desa Gelarpawitan Alih Sutisna (56),  membenarkan adanya jembatan gantung Cisarakan yang putus akibat hujan besar kemarin.

” Benar sekali, jembatan Gantung Cisarakan yang menghubungkan Desa Gelarpawitan dan Desa Negalsari terputus akibat terjangan air deras, beruntung tidak ada korban dalam kejadian itu, namun kurang lebih sekitar 5000 orang warga desa kami terisolir karena putusnya jembatan itu,” ungkap Alih.

Selanjutnya Alih mengatakan, bagaimana nasib anak-anak pergi besekolah, sementara akses jalan satu-satunya itu ambruk. Maka dengan kejadian itu mereka akan libur sekolahnya.

Bukan tidak ada jalan lain menuju sekolah, adapun jalan yang bisa dilewati jaraknya mencapai puluhan kilometer. Jadi kalaupun memaksakan pergi sekolah, waktu belajar murid akan habis di jalan.

Atas nama warga desa Gelarpawitan Dan Negalsari Kecamatan Cidaun, Alih memohon kepada pihak Pemerintah Kabupaten Cianjur, untuk segera membangun kembali jembatan Cisarakan dan mengangkat puing puing tersebut dengan alat yang canggih. “ Sebab kalau mengunakan alat manual tidak akan sanggup, karena cukup berbahaya apalagi sungai Cisarakan ini sangat dalam,” jelas Alih.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here