Lokasi galian pasir yang longsor

Laporan : Sandi/Cece/Hermawan

Cianjur, metropuncaknews.com – Lagi galian pasir atau yang dikenal dengan sebutan Galian C,longsor, Pada kejadian nahas tersebut,  seorang penambang pasir bernama Saeful Alias Epul (40), warga Kampung Cimanggu Desa Titisan Kecamatan Sukalarang Kabupaten Sukabumi, tertimbun longsoran. Korban saat itu sedang mengoperasikan mesin penyedot pasir (ponton) di PT Triadi yang berlokasi di Kampung Awilarangan RT 1/ Desa Cikahuripan Kecamatan Gekbrong Kabupaten Cianjur. Senin (2/12).

Paur Subbag Humas Polres Cianjur, lpda Budi Setiayuda pada awak media mengatakan, longsor tersebut terjadi akibat jebolnya tanggul air pencuci. Pasir dari ketinggian tebing sekitar delapan meter mendorong ponton atau pelampung mesin sedot penarik pasir.

Kejadian tersebut bermula pada pukul 08.00 WIB. Ketika pelaksanaan produksi penggalian pasir PT Triadi dimulai. Para pekerja yaitu Wandi Suwandi (30) dan ldang (65) bekerja sebagai operator eksavator.

Sementara Ujang Hikmat (24), Ece (40), dan Tatang (60) sebagai bagian produksi lokasi galian pasir. Sekitar pukul 11.30 WIB, berdasarkan keterangan para pekerja tersebut melihat rembesan lumpur pasir atau elod di bagian tanggul, dengan ketinggian sekitar delapan meter. Selanjutnya, para pekerja itu saling memberitahukan untuk segera naik ke atas lokasi penggalian pasir.

Namun beberapa saat kemudain, tanggul air pencuci pasir berisi lumpur pasir jebol dan menimpa satu unit eksavator. Selain itu menimpa satu unit ponton serta mendorong satu orang pekerja bernama Saepul (40).

Akibat kejadian itu, satu alat berat eskavator dan alat penyedot pasir tenggelam. Menurut keterangan warga, ada satu orang operator pengatur gas, menghilang tertimbun longsor.

” Karena tidak sempat menghindar, mungkin operator gas itu terseret kemudian tertimbun longsor dan kalau yang lainnya masih bisa menyelamatkan diri,” ujar beberapa warga setempat pada wartawan.

Mengetahui adanya kejadian itu, warga pun segera melapor kepada pihak kepolisian terdekat.

Mendapati adanya laporan kejadian tersebut, Kapolsek Warungkondang AKP Gito beserta anggota, segera menuju lokasi kejadian. Kemudian berkoordinasi dengan BPBD Cianjur dan segera melakukan upaya pencarian korban.

” Proses pencarian korban masih berjalan, namun dengan adanya genangan air yang tinggi, serta adanya lumpur di dasar air, kami pun merasa kesulitan, ” kata Gito.

Lanjutnya, untuk pencarian korban longsor ini, mingkin harus menggunakan alat penyedot/pompa air.

” Pencarian akan terus dilakukan, tapi dengan menggunakan alat penyedot air, karena dasar kolam sangat dalam. Dan saya berharap jasad korban, bisa segera ditemukan,” tandasnya.

Sementara Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, melalui Kepala Bidang Darurat Logistik Tubagus mengatakan, evakuasi pencarian mayat korban, masih menunggu koordinasi BASARNAS.

” Untuk melakukan pencarian mayat korban tersebut, kita masih menunggu koordinasi dari BASARNAS, karena melihat kondisinya saat ini, itu tidak memungkinkan. Sehingga memerlukan pompa penyedot air, jadi mungkin besok baru dimulai,” jelasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here