Laporan : Sandi/Dhani

Cianjur, metropuncaknews.com – Putri Maya Rumanti S.H, Kuasa Hukum korban investasi bodong yang didalangi An,  terus lakukan koordinasi dengan berbagai pihak. Hal itu dilakukan terkait janji-janji An yang tak jelas kemana arahnya. Selain dengan pihak kepolisian, ia juga terus berkoordinasi dengan para Kuasa Hukumnya An.

Pada Senin (01/03/2021), kemarin, Putri Maya Rumanti S.H, bersama para ketua dan reseler yang menguasakan kepada dirinya, mendatangi Mapolres Cianjur. Kedatangannya guna mempertanyakan sejauh mana perjalan penanganan kasus investasi bodong itu.

” Hari ini saya datang ke Polres Cianjur, kembali untuk menanyakan kelanjutan tentang laporannya terhadap kasus An. Setelah ditanyakan bagaimana proses kelanjutannya, ternyata sampai hari ini masih dalam tahapan penyidikan dari Kejaksaan,” kata Putri Maya Rumanti.

Karena kami masih menunggu itikad baik Ani, lanjut Putri Maya Rumanti, saat ini pihaknya masih mengumpulkan bukti-bukti pembayaran para korban.

” Karena sampai saat ini belum ada realilasinya. Artinya An belum bisa menepati janji untuk mengembalikan uang kepada ketua, reseler dan anggota. Jadi saya bersama tim akan melakukan upaya hukum, dengan melakukan laporan pidana,” ujar Putri Maya Rumanti.

Lebih lanjut Putri Maya Rumanti mengatakan, pada awal bulan Februari kemarin, saat pihaknya menemui An di Mapolres Cianjur, An berjanji akan mengembalikan uang tersebut. Namun pada kenyataannya hingga saat ini saja, jangankan uang kembali, kejelasan pun tak ada. Baik dari suami An, para Kuasa Hukumnya, bahkan dari Ani sendiri.

” Untuk total kerugian para ketua yang menguasakan kepada saya, ada kurang lebih 45 miliyar rupiah. Dan data-data sudah diminta oleh kuasa hukumnya Bu An, karena mereka menyatakan bahwa tolong kalau memang mau uangnya dikembalikan mereka meminta bukti-bukti penyerahan uang, buktinya seperti apa, berapa orang, berapa kerugiannya, seperti itu,” terang Putri Maya Rumanti.

Terakhir Putri Maya Rumanti menyampaikan, kepada semua ketua yang membawahi ribuan anggotanya, pihaknya minta agar tetap kompak dan solid. Supaya semua jelas.  ” Seperti apa perjalannya dan bagaimana caranya bisa percaya memberikan uang tanpa ada bukti pembayaran yang sah,” tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here