Aris seusai melaporkan kejadian yang menimpa dirinya ke POlsek Bojongpicung

Laporan : Sam Apip

Cianjur, metropuncaknews.com – Menjamurnya jual beli online melalui berbagai media sosial (medsos), tidak sedikit oknum penjual yang menyalahgunakan medsos sebagai alat penipuan.

Modusnya dengan mengunakan identitas pribadi milik orang lain. Seperti halnya KTP atas nama Aris Munandar warga Kampung Rawabebek, Desa/Kecamatan Bojongpicung, Cianjur. Dijadikan alat untuk penipuan oleh orang tak dikenal.

Caranya, dengan membuka warung online jual mesin motor yang dipasarkan di Facebook (FB) dengan nama akun, ” Jual Mesin Motor Gelondongan Kualitas Terjamin,”.  Akun itu menyertakan No WashApp (WA). Setelah peminat tertarik dengan barang yang dijual, maka disuruh menghubungi via No. WA. Setelah itu, si oknum baru menyuruh transfer uang muka dengan mengirim ke  KTP atas nama Aris Munandar.

Diketahui terjadinya hal itu, setelah salah seorang warga Jawa Timur yang memesan mesin motor gelondongan  pada warung Online tersebut datang  suruhan ke rumah Aris untuk menanyakan mesin motor gelondongan yang akan dijual.

Karuan saja, Aris langsung kaget. Pasalnya, Aris tidak merasa membuka warung, lapak jual mesin motor gelondongan di Medsos. Aris semakin kaget, saat calon konsumen memperlihatkan fotocopy  KTP  dirinya. Atas kejadian tersebut, Aris langsung melaporkannya pada pihk Kepolisian Polsek Bojongpicung.

Atas kejadian tersbut, Aris dengan tegas menyatakan, dirinya tidak membuka warung, lapak online jual mesin motor gelondongan. Ssekaligus memberitahukan pada seluruh pengguna akun Fb dan akun medsos lainnya bila ada oknum penjual Mesin Motor Gelondongan dan barang lainnya yang mengatasnamakan Aris Munandar itu bohong, alias palsu.

Karena selama ini pihaknya belum pernah membuat lapak akun jual mesin motor dan jual barang apapun di medsos maupun di luar medsos. ” Pada siapapun mohon jangan dilayani, semuanya itu modus belaka,” ujar Aris Munandar.

Selain itu, Aris merasa kecewa karena selama ini belum pernah melakukan apapun dengan menggunakan KTP miliknya itu. Hanya sekira 2 bulan yang lalu, pernah akan membuka rekening tabungan di salah satu bank di Cianjur. Itu pun melalui tangan teman dekatnya dan rekening tabungannya juga ngak pernah terbit-terbit.

Atas semua kejadian itu, Aris akan terus mencari siapa yang membuat curang pada dirinya. “ Semoga orang tersebut cepat terciduk pihak yang berwajib,  agar tak ada korban lagi,” kata Aris Munandar pada awak media, Sabtu (9/05).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here