Laporan : Sandi/Dhani

Cianjur, metropuncaknews.com – Komisi Pemilihan Umum Kabupaten (KPU) Kabupaten Cianjur, terkesan tebang pilih dalam menyampaikan informasi di media. Baik itu media cetak, online, radio maupun televisi.

Padahal sejatinya, media apapun itu yang notabenya jelas mempunyai hak untuk mempublikasikan setiap hasil liputannya. Karena setiap perusahaan media,  menuntut wartawannya untuk menulis berita hasil peliputan untuk diketahui masyarakat.

Tapi saat ini yang tercatat sebagai media partner KPU Kabupaten Cianjur, ada sebanyak 12 media. Sementara itu di Cianjur sendiri media Online dan cetak jumlahnya mencapai puluhan.

Usut punya usut, kenapa hanya 12 media yang menjadi partner KPU Cianjur, hal itu dilakukan lantaran terkendala dengan minimnya anggaran.

Kepada pihak KPU, awak media mencoba mempertanyakan kenapa media yang hendak meliput dibatasi. “Ada apa koq bisa seperti itu?” tanya Dhani wartawan metropuncaknews.com.

Atas pertanyaan tersebut, pihak KPU tidak bisa memberikan jawaban yang jelas. Pihak KPU Cianjur berdalih, Samsi sedang tidak masuk karena tanggal merah.

” Mungkin akan kita tampung dulu, nanti akan saya sampaikan kepada Samsi yang hari ini tidak masuk karena tanggal merah. Jadi nanti saya bicarakan dulu gimana bagusnya,” kata petugas KPU itu.

Dengan jawaban seperti itu, awak media bisa menilai seperti apa kinerja KPU Kabupaten Cianjur. Karena, untuk keterbukaan informasi yang layak diketahui publik, yang bersangkutan bisa memberikan keterangan atau alasannya via telepon sellular ataupun aplikasi lainnya di handphone android jika memang benar tidak ada di tempat, Minggu (01/11).

Menyikapi hal tersebut, Ketua PWI Kabupaten Cianjur M. Ikhsan, mengatakan, keberadaan media sangatlah penting. Karena sebagai corong informasi pada masyarakat yang dilindungi Undang-Undang nomor 40 tahun 1999.

” Di Pilkada Cianjur ini, KPU harus punya misi untuk memberdayakan media lokal, baik itu cetak, online, radio maupun televisi. Mungkin alangkah baiknya jika ada kearifan lokal untuk ngamumule media lokal, dengan harapan perkembangan media bisa tumbuh mulai dari media nasional, regional hingga lokal,” kata M. Ikhsan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here