Laporan : Sandi/Dhani

Cianjur, metropuncaknews.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Cianjur, menggelar sosialisasi mekanisme berlangsungnya Pilkada Serentak 2020 ditengah pandemi Covid-19. Sosialisasi tersebut berlangsung di salah satu water bom di wilayah Cianjur, Jum’at (02/10).

Adapun yang menjadi peserta sosialisasi tersebut dua lembaga wartawan yakni Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Cianjur. Dalam pelaksnaannya peserta hanya dibatasi sebanyak 50 orang dengan mematuhi protokol kesehatan.

Yang menjadi pokok pembahasan dalam sosialisasi itu adalah pembahasan sistematika pencoblosan ditengah situasi pandemi Covid-19. Setiap peserta sebelum masuki area dilakukan pengecekan suhu tubuh menggunakan termogan dan mengenakan masker.

Tertuang dalam PKPU Nomor 13 Tahun 2020, bahwa pemungutan suara atau pencoblosan akan dilaksanakan secara aturan protokol kesehatan yang ketat. Artinya setiap pemilih diwajibkan menggunakan masker dan pada saat melakukan pencoblosan harus menggunakan sarung tangan yang disediakan penyelenggara.

Tak hanya itu saja, penyelenggara juga dalam pelaksanaannya menyediakan alat pencuci tangan dan melakukan sterilisasi lokasi (TPS) dengan menggunakan disinfektan.

Ketua Divisi Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih Masyarakat KPU Kabupaten Cianjur, Rustiman, mengatakan, setiap pemilih dibatasi ketika memasuki TPS untuk tidak berkerumun. Bagi pemilih (DPT) yang suhu tubuhnya 37 derajat celcius, maka akan dipisahkan bilik suaranya.

” Dalam pelaksanaannya nanti akan dilakukan dengan protokol kesehatan. Hal itu dilakukan guna menghindari pebyebaran virus tersebut. Artinya semua serba disterilkan , termasuk pemakaian sarung tangan saat memungut suara,” kata Rustiman usai melaksanakan sosialisasi.

Tidak hanya pemilih saja, lanjut Rustiman, tetapi petugas KPPS juga harus mejalani rapid test sebelum bertugas. Apabila reaktif akan diganti.

“Jadi semuanya akan disterilkan tidak hanya pemilih saja tetapi petugas pun sama demikian,” terangnya.

Lebih lanjut lagi, untuk proses penghitungan suara apabila memungkinkan hasil suara tidak dikirim ke kecamatan, maka akan dilakukan dengan cara mengirim data halus atau soft file baik itu foto maupun berupa file pdf.

“Kabupaten lain pun sudah seperti itu, tidak menutupkemungkinan Cianjur pun akan sama demikian,” tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here