Laporan : Yatiman

Ciwidey-Kab Bandung,metropuncaknews.com – KPH Bandung Selatan bersama Badan Perencanaan Pembangunan Aliran Sungai (Bapedas ) melaksanakan Sosialisasi Rehabilitasi Hutan dan Lahan di wilayah KPH Bandung Selatan. Kegiatan tersebut dilaksanakan di  Patuha Resort Ciwidey Kab Bandung

Administratur/KKPH Bandung Selatan Tedy Sumarto mengatakan, kegiatan tersebut diikuti jajaran Forkopimcam dari 4 kecamatan. Selain itu, juga dihadiri penggiat lingkungan Eyang Memet dan Kepala Bapedas Citarum-Ciliwung yang yang diwakili oleh Junaedi.

” 4 Kecamatan yang terlibat yaitu Kec. Ciwidey, Pasir Jambu, Rancabali dan Sindangkerta yang terbagi ke dalam beberapa wilayah desa. Baik TNI maupun Polri sangat mendukung program RHL yang sudah berjalan selama 3 tahun ini.

Administratur /KKPH Bandung Selatan  juga mengatakan, tujuan dari kegiatan tersebut yaitu untuk memulihkan lahan kritis yang ada di dalam dan di luar kawasan hutan. Diharapkan, melalui rehabilitasi hutan yang sudah berjalan selama 3 tahun dan di tahun 2018 mendapatkan penilaian terbaik. Hingga mendapatkan kepercayaan penugasan untuk pemulihan dan pelaksanaan pemulihan lahan kritis melalui rehabilitasi hutan dan lahan. Mudah-mudahan untuk tahun 2019 bisa terus dipertahankan dan ditingkatkan. Selai itu, pihaknya juga berkolaborasi dengan berbagai pihak di masyarakat dan stakholder termasuk melibatkan masyarakat sekitar kawasan hutan.

” Mari sama sama mendukung program RHL ini karena fungsi dan tujuannya yaitu Ekologi dan fungsi ekonomi dengan pemberdayaan masyarakat kita libatkan mereka ,sebagai tenaga kerja dan semoga bisa di semua aspek agar tujuannya bisa tercapai. Kegiatan RHL selama ini sudah melibatkan masyarakat seperti LMDH dan Forkopimcam, karena KPH Bandung Selatan tidak akan bekerja sendiri tapi perlu dukungan dan kerjasama semua pihak,” ujarnya.

Junaedi dari Bapedas  Ciliwung-Citarum mengatakan, sesuai dengan arahan pimpinan yaitu melalui program Quick Quin yaitu fungsi ekologisnya bisa kembali. Salah satunya karena adanya bencana banjir dan tanah longsor.

” Kita harapkan lahan kritisnya teratasi dan jangan lupa fungsi ekonomisnya tentunya pendapatan dan kesejerahteraan masyarakat sekitar hutan dan itu semua harus ada keterlibatan dan dukungan dari semua pihak,” kata Junaedi.

Masih diwaktu yang sama, Danramil Pasir Jambu -Ciwidey Kapten Andri Ano juga menekankan, Forkopimcam sangat mendukung program RHL Selanjutnya Danramil memberikan masukan agar  untuk kedepanya harus lebih mengedepankan pengawasan dan pemeliharaan terhadap program RHL yang sudah berjalan.

” Agar program tersebut terasa manfaatnya oleh masyarakat dan bisa berkelanjutan, RHL harus melibatkan masyarakat supaya masyarakat  mempunyai rasa memiliki, hal tersebut belajar dari program Citarum Harum yang sudah berjalan,” ujar Andri Ano.

Sementara menurut Eyang Memet sebagai penggiat lingkungan, sosialisasi RHL terhadap masyarakat tersebut disambut baik oleh masyarakat, khususnya wilayah KPH Bandung Selatan. Bahkan program yang sudah berjalan selama 3 tahun tersebut pada tahun 2018 mendapat predikat terbaik dan mendapat dukungan dari semua pihak.

Kegiatan tersebut melibatkan Forkopimcam dari 4 kecamatan. Yaitu Kec Ciwidey, Pasir Jambu, Rancabali dan Sindangkerta. Termasuk tokoh Penggiat Lingkungan Eyang Memet, para RHL dan LMDH desa dari 4 kecamatan, para Kepala Desa sewilayah KPH Bandung Selatan.(KPH Bandung Selatan meliputi 2 wilayah yaitu wilayah Kab Bandung dan wilayah KBB).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here