Banjir bandang melanda Kota Cianjur

Laporan : Aldan/Sam AS

Cianjur, metropuncaknews.com – Hujan deras yang mengguyur kawasan Cianjur Kota dan sekitarnya, Sabtu (7/4) sore sampai malam hari menyebabkan Sungai Cianjur meluap. Akibatnya   banjir memasuki rumah warga.

Tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun satu rumah mengalami ambruk dan puluhan rumah lainnya rusak berat di sekitaran bantaran sungai.

Tak hanya rumah, beberapa kios dan toko komputer di Jalan Amalia Rubini juga ikut terendam air dan lumpur.

Wahidin (36), pemilik toko komputer di Jalan Amalia Rubini mengatakan,  air Sungai Cianjur mulai masuk ke rumah sekitar pukul 19.00 WIB.

” Barang -barang dan aksesori komputer ikut terendam, saya belum mendata barang lain hanya aksesori komputer saja yang baru terdata sekitar Rp 10 juta terendam lumpur,” kata Didin, Minggu (8/4).
Sebuah pohon besar melintang, terlihat dibantaran sungai Cianjur. Hingga menghambat aliran sungai dan sampah di bawahnya. Akibat pohon besar dan sampah yang menumpuk, aliran sungai meluap. Warga, TNI, Polri, Satpol PP dan unsur lainnya secara serentak membersihkan aliran air sungai Cianjur yang tertambat pohon.
Data sementara yang diperoleh menyebutkan, banjir merusak puluhan rumah di 1 kelurahan dan 2 desa.

Di Kelurahan Sayang Cianjur,  data sementara 10 rumah rusak berat, 20 rumah rusak ringan, 50 rumah terendam banjir. Lokasinya berada di Gang Rinjani, Gang Samboja, Kampung Baru dan Kampung Sayang Kulon.

Di Desa Sukamaju data sementara, 7 rumah terendam banjir. Lokasinya di  Kampung Munjul. Di Desa Sirnagalih, Cilaku, data sementara 7 rumah terendam banjir lokasinya di Kampung Ciharashas.

Sampai Minggu pagi (8/4), Jalan Amalia Rubini di wilayah kota masih terendam lumput dengan ketinggian rata-rata 10 sentimeter.

Salah seorang warga Kampung Sayang Semper, Gang Amalia 1 RT04/08, Kelurahan Sayang, Ahmad Husen (55) mengatakan, terjadinya banjir bandang Sungai Cianjur, yang airnya meluap masuk ke rumah warga Kampung Sayang Semper Gg Amalia 1 dan kampung lainnya, merupakan hal yang baru juga langka. Menurut dia, kejadian tersebut  bisa dikatakan baru kali ini terjadi. Banjir masuk rumah penduduk hingga setiggi 60 Cm.

Selanjutnya Husen mengatakan, banjir bandang Sungai Cianjur, itu biasa-biasa saja. Karena banjir serupa itu sering terjadi. Tapi banjir bandang kali ini lain. Hanya hitungan beberapa menit, air meluap masuk ke dalam rumah.

“ Hingga banyak alat rumah tangga yang tidak keburu dievakuasi yang akhirnya terendam air banjir, ” ucap Husen pada wartawan.

Sementara itu, salah seorang warga Kelurahan Solok Pandan, Cianjur, Hadi (47)  menambahkan, setiap turun hujan di kawasan Cianjur kota,   baru baru ini sering terjadi banjir. Hal itu sering terjadi, diduga kuat akibat banyaknya pembangunan infrastruktur, pertokoan dan gedung lainnya yang tidak memiliki standar kearifan lokal. Selain itu juga tidak ada kajian dampak lingkungan, Hingga pembangunannya terkesan asal jadi saja. Tidak memikirkan dampak lingkungan dan yang lainnya.

“ Selain itu, pembangunan drainase di setiap pinggir jalan raya di dalam Kota Cianjur, dipersempit, hingga tidak mampu menampung aliran air hujan, hingga air meluber ketengah jalan dan masuk rumah warga,” kata Hadi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here