Korban yang rumahnya tertimpa pohon tumbang, harapkan bantuan dari para dermawan

Laporan : Shandi/Andri

Cianjur, metropuncaknews.com – Miris, nasib jompo yang rumahnya tertimpa pohon tumbang, pada 4 September 2018 lalu, di Kampung Gandasoli RT 01/03 Desa Cikidanbayabang, Mande, Cianjur, hingga saat ini masih menunggu uluran tangan para dermawan.

Saat ditemui awak media beberapa waktu lalu, mak. Enoy (61) salah seorang korban rumah tertimpa pohon mengungkap kepiluannya. Dia mengatakan, hingga saat belum mendapatkan bantuan sepenuhnya. 

” Memang pernah ada bantuan dari Desa yang berswadaya dengan masyarakat memberikan uang Rp. 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah), itu pun di bagi empat keluarga (korban tertimpa pohon tumbang). Dengan sejumlah sebesar-besaritu mana cukup benerin rumah,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan Nunung (50) korban  lainnya, bantuan memang pernah ada tapi ngak cukup buat benerin rumah.

” Bantuan memang pernah ada dari Desa dan masyarakat, namun dengan nominal sebesar itu dirasa masih jauh untuk benerin rumah. Selain itu juga pernah ada si yang ngasih dari calon legislatif DPRI RI tapi jumlahnya kecil, hanya cukup buat bekal dua sampe tiga harianlah,” ujar Nunung.

Lanjutnya, untuk rumahnya memang sudah rada lumayan. Itu juga dapet jual ini itu, pinjem sana, pinjem sini. “ Tapi yang paling parah rumah mak. Enoy, seorang jompo yang gak punya apa-apa, sampai saat ini sudah hampir lima bulan, rumahnya masih bisa dikatakan belum layak huni. Kasian kalau hujan pada bocor,” tuturnya.

Nunung juga menyebutkan, ada juga yang datang  dari Pemkab Cianjur tapi cuman liat doang. Ngak ngedata ga nanya juga. Katanya baru tahu. Itu sudah lama sih, sampai sekarang ngak ada lagi kesini. Kalau hujan, masih kata Nunung, ia masih bisa berteduh di rumahnya. Tapi si Ma Enoy, kalau hujan, rumahnya pada bocor. Tempat tidur perabot juga abis. “ Kita benerin rumah pake bantuan yang sepuluh juta itu di bagi empat, bukan dari intansi yang tanggung jawab,” keluhnya.

Lanjut Nunung, pohon itu didiajukan agar ditebang, kira-kira empat tahun yang lalu. Tapi tidak ada yang mendengar dan menggubrisnya. Hingga akhirnya pohon itu tumbang, menimpa rumah warga.

Nunung berharap, ada dermawan yang rela memberikan sebagian hartanya untuk dia dan warga lainnya yang kena musibah. Karena kalau menunggu bantuan dari pemerintah itu lama. “ Buktinya sekarang mana gak ada kan. Ada juga yang datang cuma moto-moto aja, tapi gak ngasih bantuan,” pungkasnya.

Ditemui terpisah Ahmad Mutawali Kadinsos Kabupaten Cianjur mengatakan, lihat bagaimana keadaannya dan buatkan proposal pengajuan.

“Silahkan cek lokasinya bagaimana, terus buatkan pengajuan atau proposal permohonan bantuan untuk korban bencana ‘musibah rumah tertimpa pohon tumbang’, mengetahui ketua Rt/Rw melalui Desa Cikidangbayabang setempat,” kata dia saat ditemui ketika ada kunjungan di Kecamatan Sukaluyu, Jum’at (25/1).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here