Kontes Ayam Pelung Anang Sungkawa Cup

Laporan : Shandi

Cianjur, metropuncaknews.com – Ratusan pecinta ayam pelung mengikuti ‘kontes besar ayam pelung tingkat nasional Anang Sungkawa Cup I. Kontes tersebut diselenggarakan di depan Cafe BM Jalan Binawan Utama No. 1 BLK Cianjur, Sabtu (30/3).

Adapun ratusan peserta yang mengikuti kontes tersebu berasal dari berbagai daerah. Seperti dari Lampung (Sumatera), Jawa, dan provinsi lainnya. 

Menurut keterangan, kontes tersebut digelar dalam rangka melestarikan budaya Nusantara. Selain itu juga untuk mempererat tali silaturahmi antara pecinta ayang pelung itu.

Pada kontes itu,  yang menjadi penilaian panitia adalah kategori suara, penampilan dan bobot badan ayam.

Salah seorang peserta dari HIPPAP Nusantara Asep Herdiyatna mengatakan, sebagai pecinta ayam pelung tentu pihaknya sangat menyambut baik digelarnya kontes tersebut. Bahkan, dirinya pun sangat senang bisa bersilaturahmi dengan para pecinta ayam pelung se Nusantara.

” Ya, dengan adanya kontes ayam pelung ini, bisa meningkatkan kualitas dan harga jualnya,” kata Asep saat ditemui di lokasi kegiatan.

Asep melanjutkan, sebelum mengikuti kontes ayam pelung, sebetulnya di HIPPAP Nusantara sendiri, gak ada persiapan yang khusus. Karena setiap harinya memang sudah biasa di latih olah suaranya. “ Tapi dua hari terakhir kemarin, kami memang mempersiapkan kesehatan ayamnya saja,” ujarnya.

Selain itu juga Asep berkeinginan untuk kedepannya lebih melebarkan sayap. Hingga masyarakat lebih tertarik dengan ayam pelung. “ Karena selain dagingnya lebih besar dan harga jualnya juga lebih tinggi daripada ayam kampung biasa, pungkas Asep.

Sementara panitia pelaksana Hendra Gunawan alias Mang Gofar menjelaskan, kenapa pakai nama Anang Sungkawa. Karena, janut Mang Gofar, Anang Sungkawa adalah kakeknya dan sekaligus pencetus penilaian ayam pelung sejak tahun 76. Itu sebabnya, hingga sampai sekarang masih dipakai.

” Mengenai peserta yang mengikuti kontes ini, mereka ada yang dari luar Jawa seperti diantaranya dari Lampung (Sumatera), selain itu juga mereka datang dari luar provinsi Jawa Barat,” ucapnya.

Disinggung mengenai hadiah yang diberikan kepada pemenang, Mang Gofar memaparkan, untuk juara pertama panitia menghadiahkan satu unit mobil.

” Ya, untuk hadiah, karena kami bekerja sama dengan sponsor, jadi hadiah utamanya adalah satu unit mobil, untuk hadiah hiburan lainnya ada satu unit motor, domba adu, kulkas, TV dan banyak hadiah-hadiah lainnya yang menarik,” paparnya.

Mang Gofar berharap, pemerintah lebih respon. Karena dengan melihat antusias seperti ini jika dikelola dengan baik, tentu dapat meningkat Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan juga meningkatkan perekonomian masyarakat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here