Ketua Komunitas Bagong Mogok, meresmikan rumah milik Ateng yang telah selesai dibangun menjadi rumah layak huni

Laporan : Sam Apip

Cianjur, metropuncaknews.com –  Rumah tidak layak huni (Rutilahu) milik pasangan suami istri (Pasutri) Atang (60) dengan Sari (50) warga Kampung Cibalagung RT 05/02, Desa Sindangsari Kecamatan Ciranjang Cianjur, telah selesai dibangun pihak Komunitas Bagong Mogok (BM). Selanjutnya rumah tersebuut diresmikan penggunaannya oleh pihak BM dengan ditandai dengan gunting pita, Minggu (15/12)

Peresmian rumah keluarga Ateng tersebut, dihadiri anggota DPRD Kabupaten Cianjur, Muspika Ciranjang, Kepala Sindangsari beserta aparat MUI Desa dan masyarakat setempat.

Ketua BM Kabupaten Cianjur, Asep Guntur Rahayu menjelaskan,  peresmian rumah Rutilahu menjadi rumah layak huni, itu bukan rumah keluarga Ateng selaku Muadzin Mesjid Jami Hidayatul Fatih yang berlokasi di Desa Sindangsari, Ciranjang saja. Tapi juga telah diresmikan rumah layak huni di beberapa desa lainnya. Seperti di Desa Tanjungsari Kecamatan Sukaluyu dan sekarang ini  akan meresmikan pula rumah warga yang baru selesai dibangun pihak BM.

Asep Guntur  juga mengatakan, kegiatan sosial seperti itu, bukan hanya sekarang saja.  Tapi tiap bulan selalu membangun Rutilahu yang berada ditiap kecamatan yang ada di Kabupaten Cianjur dengan jumlah unit sangat vareatif tiap kecamatannya. Ada 3 sampai 5 rumah perbulannya atau tergantung adanya pengajuan.

Kegiatan sosial membantu warga yang kurang beruntung tersebut, akan terus dilakukan secara berkesinambungan, tertata dan terprogram. Selain itu program kedepan tidak hanya membantu Rutilahu saja, tapi akan bergerak pula pada sosial peduli kesehatan, pendidikan dan program kesejahteraan masyarakat lainnya.

Untuk itu, pihaknya mengajak kerja sama, bersinergi dengan pihak kecamatan dan Desa, supaya peduli membantu warganya yang kurang beruntung. Hingga bantuan yang diberikan itu tepat sasaran. Meski  konon kabarnya Pemkab Cianjur juga memiliki program bantuan perbaikan Rutilahu.

Sedangkan pihaknya hanya mengandalkan modal bantuan dari para agnia dan para pengusaha.  Namun alhamdulillah seluruhnya telah  diterapkan sesuai kebutuhan. ” Pada pihak pemerintahan kecamatan dan desa, mari kita bersinergi membantu masyarakat yang kurang beruntung,” ucapnya. 

Semen tara itu, Muadzin Mesjid Jami Hidayatul Fatih yang rumahnya baru diresmikan, Ateng mengatakan, dua bulan lalu rumahnya ambruk karena lapuk dimakan usia. Hingga tidak bisa dihuni dan untuk sementara menghuni rumah milik warga setempat.

Namun setelah diajukan oleh Ustadz Fatih pada BM, alhamdulillah sekarang sudah beres dibangun dan diresmikan dengan ditandai dengan gunting pita. Karena itu, pihaknya merasa bersyukur yang tiada terhingga, hingga sulit untuk diucapkan dengan kata-kata,

Karena bantuan BM bulan hanya membangun  rumah saja. Tapi lengkap dengan isinya. Seperti tempat penampungan air, mesin penyedot air, tempat tidur, lemari dan perabotan dapur yang lengkap. ” Saking gembirnya saya tak bisa ngomong harus apa yang diucapkan,” ucap Ateng dengan suara parau dan terlihat dua bola matanya berlinang air mata.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here