Ketua Kohati Komisariat Ar-rasy Ai Resti Anggraeni

Catatan : Fajrilah Samlawi

Cianjur, metropuncaknews – Tanggal 21 April adalah hari lahirnya sosok pejuang perempuan yang progresif dengan cita-cita emansifatifnya. Yaitu Ny. Raden Ajeng Kartini. Sosok Kartini ini menjadi sosok yang fenomenal bagi kaum wanita dan aktivis di Indonesia.

Sejarah perjuangan Kartini melawan ketidakadilan terhadap perempuan mulai diproduksi menjadi identitas perjuangan kaum perempuan. Sehingga lahirnya banyak feminisme atau kaum yang menggerakkan keadilan terhadap perempuan.

Ketua Kohati Komisariat Ar-rasy Ai Resti Anggraeni berpendapat, walau pun pergerakan kaum perempuan fenomenal pada saat sebelum adanya emansipasi wanita seperti saat ini, namun identitas Kartini telah tumbuh dengan kaum perempuan. Seperti pergerakan yang ditanamkan di organisasi keperempuanan KOHATI (Korps HMI Wati).

Kohati lahir pada 2 Jumadil Akhir 1386 H bertepatan dengan tanggal 17 September 1966 M pada Konggres VIII di Solo. Dipelopori oleh beberapa orang. Diantaranya Maesaroh Hilal, Siti Zainah, Siti Baroroh, Tujimah, Tedjaningsih, Ida Ismail Nasution dan Anniswati Rochlan. Mereka adalah sosok Kartini pada masa lahirnya Kohati.

Ai mengatakan, setelah berdirinya Kohati, banyak bermunculan Kartini-Kartini baru yang terlahir dari rahim Kohati. Mereka melakukan pergerakan dengan cara dan semangat yang baru. salah satu sosok yang selalu menjadi panutan bagi Ai adalah Ayunda Irma Meutia.

Menurut Ai, dia merupakan sosok ibu, istri dan guru sekaligus teman bagi HMI Wati. Ia rela meluangkan waktunya untuk mendidik, memberikan motivasi bagi HMI Wati agar menjadi perempuan-perempuan mandiri. Perempuan yang kuat melawan berbagai guncangan kehidupan. Menjadi perempuan yang cerdas, berkualitas dan tanpa melupakan akhlak dalam berprilaku.

Kalimatnya yang selalu melintas didalam ingatan Ai adalah, perempuan cerdas, cantik itu belum sempurna tanpa ahlak yang baik dalam dirinya.

” Itulah kalimat yang selalu menjadi motivasi bagi saya karena benar perempuan itu harus ceradas, dengan cerdas, perempuan akan memiliki kualitas, namun, cerdas dan cantik saja itu tidak cukup kalau tanpa ahlak yang baik,” tutur Ai.

Selanjutnya Ai berharap, pada Milad Kohati Ke 52 ini, pergerakan – pergerakan perempuan, Kartini-Kartini baru tetap lahir dengan jiwa dan semangat baru. Serta perlu digaris bawahi selain dari pada Kartini ada banyak sosok-sosok perempuan dan ibu yang sangat berkontribusi besar dalam perjuangan Rasulullah yang patut menjadi teladan. Mereka adalah Siti Khadijah r.a., Siti Aisyah r.a., Fatimah Azzahra putri Rasulullah, dengan sifat jujur, amanah, taat beragama, dermawan, cerdas dan penyayang. Sifat rela berkorban serta keinginan yang besar untuk berbagi dengan sesama.

“ Happy Milad KOHATI KE-52,” ucap Ai.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here