Laporan : Dhani

Cianjur, metropuncaknews.com –  Kapolres Cianjur AKBP Juang Andi Priyanto menyatakan, kisruh soal Pilkades di Desa Waringinsari, Kecamatan Takokak, sudah ditangani pihak kepolisiam Polres Cianjur, Kamis (23/01).

” Sudah clear semuanya, para pelaku sudah diamankan di Polres Cianjur untuk dimintai keterangan,” ujarnya di halaman Mapolres Cianjur, Selasa (21/1) kemarin

Para pelaku pembakaran sepeda motor sudah diamankan oleh pihak kepolisian di Polres Cianjur dan dimintai keterangan tentang kejadian tersebut. Untuk memberikan efek jera, para pelaku diminta membuat video klarifikasi dan permintaan maaf kepada warga Desa Waringinsari Kecamatan Takokak.

Lebih lanjut Kapolres mengatakan, pihaknya akan melakukan proses lanjut secara Tipiring dan wajib lapor dan Peryataan tidak mengulanginya lagi. Karena tidak ada kerugian korban jiwa dan kerugian material, motornya sendiri yang sudah rusak  dan kayu bekas.

“Assalamualaikum, saya Hendri warga waringinsari Kecamatan Takokak Kabupaten Cianjur, saya mohon maaf atas kesalahan dan kehilafan saya ketika melakukan pembakaran sepeda motor, saya pribadi tidak ada tujuan lain dan sekali lagi saya memohon maaf sebesar besarnya kepada warga Takokak khususnya di daerah Waringinsari,” kata Hendri tersangka pembakaran sepeda motor.Kapolres juga mengatakan, gejolak di Desa Waringinsari terjadi karena ketidakpuasan salah satu pihak atas proses seleksi calon kepala desa. Namun dia memastikan, masalah tersebut sudah ditangani dan tidak akan ada lagi permasalahan lagi.

Sementara itu, Camat Takokak Aziz Muslim membenarkan adanya protes dari warga yang berujung dengan aksi bakar ban, kayu, hingga pembkaran satu unit sepeda motor.

” Iya, untuk yang bakar sepeda motor kemarin. Itu pun sepeda motor warga yang memang sudah rusak, bukan milik perangkat desa,” ujar Aziz.

Menurutnya, unsur Muspika Kecamatan Takokak sudah berusaha menengahi dan meredam gejolak yang berawal dari tidak terimanya warga atas hasil seleksi calon kepala desa.

Warga merasa keberatan lantaran calon yang lolos seleksi dianggap bukan putra daerah. Padahal dua diantaranya merupakan warga asli Desa Waringinsari Kecamatan Takokak.

” Sebelumnya ada sembilan bakal calon kepala desa, dan yang ikut seleksi akademik ada delapan orang. Dari delapan orang tersebut, lima yang terbaik ditetapkan sebagai calon kepala desa. “ Tapi mungkin ada kekecewaan dari warga, karena ada incumben yang tidak lolos. Padahal sudah dijelaskan seleksi itu dilakukan sudah sesuai aturan,” jelasnya.

Maka dengan adanya gejolak tersebut, pihak panitia Pilkades Waringinsari dan Pemerintah Kecamatan bakal menunggu arahan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Cianjur.

Selanjutnya, pengumuman calon kepala desa yang harusnya dilaksanakan pada Selasa (21/1) pun ditunda.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here