Laporan : Sandi

Cianjur, metropuncaknews.com – Malang nian nasib pengrajin kancing di wilayah Kecamatan Naringgul Cianjur Selatan Jawa Barat. Pasca mewabahnya Covid-19, yang kian hari membuat masyarakat rawan pangan.

Pengakuan Mang Usup (50) seorang warga Kampung Ciuja RT 4/9 Desa Sukabakti Naringgul, pengusaha pengrajin kancing untuk bahan topi kini semua karyawannya diliburkan.

Alasan meliburkannya, lantaran tak sanggup lagi membayar upah kerja karyawannya. Karena semua toko partnernya di Bandung tutup tak lagi memesan kancing hasil produksinya.

Hal itu terjadi sebagai salah satu dampak dari pandemi Covid-19. Bagi pelaku ekonomi di daerah, tentunya sangat berdampak sekali pada pendapatan yang setiap harinya menurun, hingga harus berakhir dengan pemutusan hubungan kerja terhadap para karyawannya.

“Jelas sangar berdampak sekali, seumpama terus produksi kancing topi, sementara tokonya pada tutup bagaimana saya bisa bayar upah karyawan. Nah maka dari itu terpaksa meliburkan karyawan, karena sudah tak ada pasar lagi,” ungkapnya, Sabtu (18/04).

Lanjut Usup, kurang baik apa dirinya. Rata-rata semua karyawan saya adalah mereka yang kurang mampu, artinya serba kekurangan. Tadinya saya ingin membantu warga di Kampung Ciuja ini dengan memberinya pekerjaan, supaya tidak kebingungan apalagi sampai kelaparan karena tidak berpenghasilan.

” Kalau jumlah karyawan kurang lebih 50 orang yang setiap harinya membuat kancing ditempat saya. Tadi juga pada ngumpul di rumah saya, membicarakan bagaimana dengan nasib mereka kalau tidak bekerja, sementara kan mereka perlu makan,” ucap Usep.

Usep berharap, semoga ditengah pandemi covid-19 ini, ada bantuan untuk perusahaan dan warga (karyawan) jika memang keadaannya harus terus seperti ini.

” Seumpama ada bantuan untuk kami dari pemerintah pusat maupun daerah, mungkin akan sedikit banyaknya bisa mengurangi beban kami,” harapnya.

Sementara Mak Entin (60), seorang nenek yang bekerja di pabrik kancing milik Usep mengatakan, dirinya tidak punya penghasilan lain selain menjadi buruh pembuat kancing topi.

” Emak sudah tidak punya pekerjaan lain selain bikin kancing topi di Mang Usup. Apalagi kondisi emak sudah tua engak kuat kalau bekerja ke kebun, kini perusahaannya diliburkan dan Mang Usup gulung tikar, jadi emak hanya tinggal di rumah saja tak berpenghasilan,” ucap mak Entin dengan wajah lusuhnya.

Mak Entin berharap, pandemi Covid-19 ini akan segera selesai dan perusahaan Mang Usup kembali beroperasi seperti semula.

” Kalau memang benar ada bantuan dari pemerintah, sedikitnya emak bisa merasa lega ada buat makan, tapi kan emak nganggur mau makan dari mana. Semoga saja pandemi covid-19 ini segera selesai dan perusahaan mang usum kembali beroperasi biar emak bisa kembali bekerja,” harap Mak Entin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here