Petugas di TPS bingung, soalnya surat C I Plano untuk dapil IV terkar dengan Dapil III

Laporan : Sam Apip

Cianjur, metropuncaknews.com – Harus diakui, kinerja Komisi Pemilihan Umum Daerah Kabupaten Cianjur pada Pemilu 2019 tidak bagus dan tidak teliti. Buktinya, pelaksanaan pemungutan suara di beberapa kecamatan di Daerah Pemilihan (Dapil) I Cianjur, molor.

Ironisnya lagi, ada surat suara yang tertukar. Seperti yang terjadi di Dapil III Cianjur. Tepatnya di Kecamatan Haurwangi. Hal tersebut baru diketahui setelah pemilih akan mencoblos Caleg pilihanya, ternyata tak ada pada surat suara yang diterimanya. Selidik punya selidik, ternyata, surat suara itu untuk Dapil IV Cianjur.

Tak hanya itu, setelah diketahui tertukarnya suarat suara untuk para pemimih, ditemukan lagi kesalahan lainnya. Yaitu tertukarnya model C1 Plano yang seharusnya untuk di TPS yang ada di Dapil 1 ternyata banyak beredar di TPS yang ada di Kecamatan Haurwangi (Dapil III), Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. 

Parahnya lagi, model C1 Plano yang tertukar itu bukannya dikembalikan ke KPU Cianjur, melainkan hanya cukup dengan cara dicoret dan diganti nama-nama calegnya dengan nama-nama caleg  yang ada di Dapil III. Tentu saja kejadian tersebut membuat geger, hingga warga di Kecamatan Haurwangi  minta dilakuan Pemungutan Suara Ulang  (PSU). Karena hal itu rentan akan kecurangan. 

Salah seorang tokoh pemuda Kecamatan Haurwangi, Mahram Saepudin mengatakan,  kinerja KPUD Kabupaten Cianjur, yang sekarang dianggap kurang mampu melaksanakan  tugas dengan baik. Kinerjanya terkesan asal-asalan dan tidak teliti.

Sebagai dampak dari buruknya kinerja KPUD Cianjur, para petugas TPS  di setiap desa yang ada di  Kecamatan Haurwangi, banyak yang kesulitan. Sebab banyaknya permasalahan di TPS. Semua itu terjadi akibat dari buruknya kinerja KPUD Cianjur.

Mahram menegaskan, kesalahan tertukarnya logistik Pemilu, itu merupakan kesalahan yang vital dalam pelaksanaan pemilu. Karena bila terjadi kesalahan pada logistik tersebut maka tidak pemungutan suara di TPS tersebut bisa dinyatakan tidak sah. Harus dibatalkan dan dilakukan PSU. 

Adanya kejadian tersebut, sangat disesalkan banyak pihak. Karena Pemilu tahun lalu pun pernah terjadi hal yang sama. Jadi, masih kata Marham, KPUD Cianjur tidak melakukan evaluasi dan tidak belajar pada kesalahan yang telah terjadi sebelumnya. 

“ KPUD Cianjur diduga tiadak melakukan evaluasi dan berkaca pada pelaksanaan pemilu lalu, sebab kejadian yang serupa pernah terjadi dan mengakibatkan dilakukannya PSU,” Ucap Mahram. 

Sementara itu, Ketua PPS Desa Mekarwangi,  Iwan menambahkan, tertukarnya logistik Pemilu itu terjadi dihampir setiap TPS di Desa Mekarwangi, Kecamatan Haurwangi. Seharusnya model C1 Plano yang tersebar di TPS Desa Mekarwangi itu untuk para pemilih di Dapil I Cianjur. Sebab, nama nama Calegnya yang tertera di C1 Plano itu, Caleg yang berada di Dapil 1. 

Kejadian tersebut, mulai diketahui di TPS 10 Desa Mekarwangi. Setelah dicek ternyata terjadi hampir disetiap TPS. Setelah diketahuinya ada kesalahan, Iwan langsung melaporkannya pada KPU melalui PPK Haurwangi. Pada saat itu pula sudah ada keputusan yang pasti. Yaitu, model C1 Plano, bisa digunakan seperti biasanya. Tapi nama-nama Calegnya dicoret dan diganti dengan nama-nama Caleg yang ada di Dapil III.

Apakah hal itu sah atau tidak, semua tergantung pada Bawaslu Kabupaten Cianjur.  “ Semoga hal tersebut tak terjadi lagi dimasa yang akan datang,” harap Wawan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here