Laporan : Sam

Cianjur, metropuncaknews.com – Untuk menjaga hal-hal yang tak diinginkan terjadi, gubuk reyot yang nyaris ambruk milik  Anwa (65)  warga Kampung Sirnagalih RT 03 /09 Desa Mekargalih Kecamatan Ciranjang Kabupaten Cianjur, terpaksa dibongkar warga, Minggu (5/9/2021) sekira pukul 16.30 WIB.  

Pasalnya, bangunan rumah panggung reyot dengan ukuran 7 X 6 meter, setelah dipasang  tiang bambu penyangga rumah dibagian depan. Bukannya kokoh melainkan semakin reyot dan bila penguhinya masuk ke dalam rumah, seluruh bangunan mendadak goyang seperti mau ambruk.

Ketua MUI Desa Mekargalih Ahmad Yusi Abdussalam memaparkan, mengetahui adanya rumah panggung reyot milik Anwar  itu, adanya informasi dari Ketua RT/RW setempat. Saat itu pula pihaknya langsung melihatnya ke Kampung Sirnagalih.

Setelah melihat dari dekat, ternyata benar adanya. Rumah panggung milik Anwar itu sudah lapuk dimakan usia. Kondisinya sudah tidak layak huni. Selain lapuk juga bila dimasuki orang, seluruh bangunannya goyang seperti mau ambruk.

Saat itu pula pihaknya langsung melarangnya keluarga Anwar untuk menghuni lagi rumahnya. Karena takut ambruk ketika berada di dalam rumahnya. ” Kang Anwar udah saja jangan tingal di rumah, lebih baik ngungsi saja di rumah tetangga, karena takut ambruk saat keluarga ada di didalam rumah,” kata Ahmad Yusi.

“ Setelah itu, tak pikir panjang, maka kami beserta Ketua RT dan RW serta masyarakat langsung mengevakuasi keluarga Anwar ke rumah tetangganya  Asep Solihin yang lokasinya tak jauh dari rumah Anwar,” jelas Ahmad Yusi.

Sementara itu, Ketua RW 09 Lukman (48)  mengatakan, rumah reyot milik Anwar itu, telah beberapa kali diusulkan untuk dibangun melalui program Rutilahu. Namun entah kenapa, hingga kini masih belum pula dikabulkan.

Karena takut ambruk, maka pada Jumat (3/9/2021) bangunan rumah bagian depan disangga dengan bambu gelondongan. Tujuannya supaya kuat dan tidak ambruk. Namun sayang, upaya tersebut nampaknya sia-sia. Karena setelah ditopang bambu, bukannya kuat melainkan malah lebih parah. Rumah tersebut jadi goyang seperti akan ambruk bila dimasuki penghuninya.

Setelah melapor pada Ketua MUI Desa Mekargalih, mereka langsung datang dan keluarga Anwar langsung dievakuasi ke rumah tetangganya,. Setelah selesai mengevakuasi keluarga Anwar, langsung bangunnya rumahnya juga dibongkar warga. Hal itu dilakukan karena gubuk itu takut ambruk dan takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan semua pihak.

Setelah selesai dibongkar, pihaknya bersama Ketua MUI dan masyarakat kebingungan. Karena tak tahu bagaimana caranya membangun kembali rumah milik Anwa tersebut.

“ Maka dengan itu, kami mengharapkan bantuan semua pihak khususnya pada Pemkab Cianjur supaya segera menurunkan dana untuk program Rutilahu,” ujarnya menegaskan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here