Selain sumur bor, KH. Encep juga memberkan bantuan berupa jerigen berikut rodanya untuk mengangku air

Laporan : Shandi 

Cianjur, metropuncaknews.com – Salah seorang dermawan dari keluarga besar KH. Encep Hermawan (H Dapet), peduli dengan masyarakat yang tengah kesulitan mendapatkan air.

Upaya yang dilakukannya ditengah sulitnya mendapatkan pasokan air bersih, dirinya hadir dengan membuatkan sumur bor atau pompa air. Hal itu dilakukan untuk membantu warga yang kesulitan mendapatkan air di  musim kekeringan ini. Pompa air itu dibangun di Desa Kertasari, Kecamatan Haurwangi, Kamis (19/10).

Bantuan yang dikucurkannya tersebut adalah dengan mewakapkan sumur bor, yang saat ini sudah dibangun empat titik. Diantaranya dua titik di lokasi Kecamatan Ciranjang dan dua titik lainnya di Kecamatan Haurwangi.

” Pembangunan sumur bor itu merupakan wakaf, kalau bangun Masjid harus ada jemaahnya. Jadi sekeluarga mengalihkan bantu warga yang membutuhkan, seperti dimusim kemarau kan susah untuk cuci, mandi dan kakus (MCK). Nah, maka dari itu saya membangun sumur bor untuk keperluan warga secara ikhlas dan ridho,” kata Ketua Umum Gerakan Reformis Islam (Garis) KH. Encep Hermawan saat ditemui di lokasi pembuatan sumur bor.

Segenap warga setempat pun merasa senang. Karena bantuan yang diberikan jelas sangat membantu secara berkelanjutan. Bahkan bisa dirasakan sampai anak dan cucu manfaatnya. Jadi bukan jangka pendek saja, tetapi dalam jangka panjang bisa dirasakan untuk kebutuhan sehari-hari. Seperti untuk berwudhu, mandi, cuci, minum dan kebutuhan lainnya.

” Bantuan diberikan bukan hanya sumur bor saja, tapi ada juga jerigen dan rodanya. Tentu itu sangat bermanfaat dan warga pun merasa terbantu,” aku, Milah (26) salah seorang ibu rumah tangga warga setempat.

Ketua RT 3, Uus Rusmana memaparkan, tentun warga merasa senang dan bisa merasakan manfaatnya. Mudah-mudahan apa yang diberikan bisa menjadi barokah dan jadi catatan amal baik dikemudian hari.

” Ya, seharusnya pihak pemerintah dan pemangku kebijakan lainnya bisa membantu warga. Dalam hal ini yang turun ke lapangan, ini malah salah seorang dermawan yang hadir dan tidak ada kepentingan apapun untuk bisa membantu warga secara ikhlas,” ujarnya.

Sementara. salah seorang tokoh masyarakat, Agus (64)  membenarkan, pembangunan sumur bor ini sudah digeber pembangunannya atau menggali sekitar satu bulan lebih. Selesainya itu sekitar 18 September 2018 lalu, dan saat ini airnya sudah normal dan  bisa dipakai.

” Bantuan yang dikucurkan melalui sanitasi air bersih ini sangat bermanfaat sekali, dan tentu dirasakan secara kontinyu oleh warga,” kata Agus.

Sebelumnya, warga setempat merasa kesusahan bila datang musim kemarau tiba. Air susah, terpaksa harus mengambil air sekitar 200 meter ke sungai. Tapi saat ini warga tak harus jauh-jauh mengambil air, tinggal memanfaatkan yang ada saja sebaik mungkin, dan sudah jelas seluruh warga harus turut serta memeliharanya guna memenuhi kebutuhan pasokan air bersih.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here