Laporan : Dadan Nahili

Sukabumi, metropuncaknews.com – Komando Garuda Sakti (KGS) DPC Lembaga Aliansi Indonesia Kabupaten Sukabumi akan terus melakukan pendampingan terhadap aduan warga atas kejadian pemanfaatan lahan sitaan Kejaksaan Tinggi Negeri Bandung yang diduga dilakukan oleh PT. BC di Desa Tenjojaya Kecamatan Cibadak Kabupaten Sukabumi

Aduan warga yang yang disampaikan melalui KGS Lembaga Aliansi Indonesia tersebut tersebut, mendapat respon positif dari Kasi Intel Kejaksaan Tinggi Negeri Cibadak Sukabumi. Saat beberapa perwakilan warga dan Ketua KGS LAI Kabupaten Sukabumi, Pupung Puryanto mendatangi kantor kejaksaan tinggi negeri Cibadak pada Senin siang (16/8/21).

Persoalan dengan adanya aktifitas penambangan pasir kuarsa ilegal oleh PT. BC, dikatakan secara tidak langsung telah menantang serta mencoreng nama dan wibawa aparat pemerintahan dalam hal ini kejaksaan.

Pendapat itu dikatakan Ketua KGS LAI DPC Kabupaten Sukabumi Pupung Puryanto, usai mengadakan pembicaraan dengan Kasi Intel Kejaksaan Cibadak Aditia Sulaeman.

” Menurut saya mereka itu secara tidak langsung telah merendahkan aparat penegak hukum dan seolah-olah menantang, karena kehadiran aparat penegak hukum di lapangan ternyata tidak digubris oleh mereka.” kata Pupung Puryanto pada awak media, Senin (16/8/2021).

Selanjutnya Pupung mengatakan, pihaknya sebagai Ketua KGS LAI DPC Kabupaten Sukabumi akan terus mendampingi warga atas keluhan dan aduan mereka terhadap aktifitas tambang pasir kuarsa oleh PT. BC tersebut.

Pendampingan akan terus dilakukan hingga aduan masyarakat Desa Tenjojaya mendapat tanggapan dan masalah tersebut bisa ditangani dan diproses hingga ke tahap selanjutnya.

” Kita akan terus dampingi warga, hingga aduan mereka tersebut bisa ditanggapi dan diproses hingga tahap berikutnya, karena dikhawatirkan apabila terus dibiarkan akan menjadi dampak buruk bagi penegakan hukum di Kabupaten Sukabumi ini. Bagaimana Sukabumi bisa maju, bila mental-mental maling seperti ini terus dibiarkan,” papar Pupung

Tadi sambung Pupung, pihaknya telah berbicara dengan Kasi Intel. Alhamdulillah tanggapan dan respon Pak Aditia sangat bagus dan kami berterimakasih atas hal itu. “ Dan kami sangat setuju sekali atas tanggapan beliau agar bisa menangkap oknum-oknum nakal yang menyalahgunakan aturan yang ada, supaya bisa menjadi efek jera,” ujarnya menegaskan.

Pupung juga mengatakan, selanjutnya KGS LAI akan menunggu dari hasil kerja aparat penegak hukum. Namun apabila pihaknya melihat  persoalan ini masih jalan di tempat, tentu akan mempertanyakan kembali.

“ Bisa juga dengan gerakan yang agak lebih besar. Tapi sesungguhnya saya sendiri berharap, persoalan ini bisa ditangani dengan cepat dan profesional oleh aparat penegak hukum kita, karena saya yakin mereka mempunyai kapasitas dan kapabilitas untuk melakukan itu semua,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here