Ketua MPR RI H. Bambang Soesatyo, S.E., M.B.A.,

Laporan : Sandi

Cianjur, metropuncaknews.com – Ketua MPR RI H. Bambang Soesatyo, S.E., M.B.A., terjun langsung ke lokasi pertanian di Kampung Caringin, Desa Mekarsari, Kec/Kab. Cianjur, Jawa Barat, Selasa (01/12). Hal itu dilakukannya lantaran ingin melihat langsung sektor pertanian dan melangsungkan panen raya padi.

Ditemui usai melakukan simbolis panen raya, H. Bambang Soesatyo, mengatakan, dirinya sengaja datang ke Cianjur. Karena ingin melihat langsung kegiatan sektor pertanian.

” Cianjur ini kan sebagai gudang/lumbung padi yang sudah terkenal. Kedatangan saya kesini sekaligus dirancang dengan kegiatan sosialisasi empat pilar kebangsaan dan sekaligus melakukan panen raya padi,” kata Ketua MPR RI H. Bambang Soesatyo, saat ditemui wartwan, Selasa (01/12).

Baru saja, lanjut H. Bambang Soesatyo, kita sudah melakukan acara sosialisasi empat pilar kebangsaan dan panen raya. Melihat padi disini bisa tetap tumbuh melimpah dengan curah hujan yang cukup, itu sangat menguntungkan sekali bagi para petani.

” Maka dengan adanya hasil pertanian yang melimpah, masyarakat harus bisa merasakannya dengan harga yang terjangkau. Upaya yang dilakukan pemerintah adalah memberikan kemudahan dengan memberikan bantuan agar lebih dipermudah dan mereka bisa langsung memiliki akses untuk mendapat bantuan bibit dan pupuk,” ungkapnya.

Disinggung mengenai ketidak merataan bantuan pertanian, H. Bambang Soesatyo menjawab, itu adalah masalah klasik. Karena itu, birokrasi kita harus dibenahi atau ditata kembali.

” Kami dari parlemen, mendorong pemerintah terus-menerus melakukan updating atau pembaruan data dari pemerintah daerah untuk pendataan dan menyampaikannya kepada pihak-pihak terkait di pemerintah pusat,” ujarnya.

Terkahir, H. Bambang Soesatyo, mengimbau pada para petani untuk tetap semangat menjalankan berlangsungnya pertanian. Terlebih pemerintah pusat sudah memberikan berbagai bantuan melalui program-program perkembangan kemajuan perekonomian masyarakat.

” Di sektor pertanian, petani padi kita harus mampu mensuplai kebutuhan warga dunia 4 miliar. Selama ini kan hanya China, Vietnam dan Thailand saja. Nah, kita juga jangan kalah harus ikut ambil bagian dalam memberikan kontribusi memberi kehidupan, jadi tinggal bagaimana kita melakukan penataan produksi pangan supaya lebih produktif lagi,” ujarnya menegaskan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here