Ketua Koperasi KBPPB Kab. Sukabumi Rizky R

Laporan : Dadan Nahili

Sukabumi, metropuncaknews.com – Ketua Koperasi Keluarga Besar Putra Putri Bhayangkara (KBPPPolri) Kab. Sukabumi, kecam keras adanya pinjaman online dan sejenisnya. Pasalnya, uang pinjaman disaat keuangan serba sulit dimusim pandemi covid 19 yang melanda saat ini, memang menjadi solusi di kalangan masyarakat. Tetapi hal itu bisa juga menjadi pintu masuk permasalahan dalam keluarga yang terkadang berujung pada pertengkaran dan perceraian. Bahkan mengakhiri hidup dengan melakukan bunuh diri. Seperti yang pernah terjadi di beberapa daerah akibat dari terbelitnya hutang dan bunga yang harus di kembalikan kepada si pemberi pinjaman. Terkadang di sertai aturan dan konsekwensi yang memberatkan sipeminjam atau nasabahnya.

Seperti halnya yang diutarakan Rizki Rinaly yang juga merupakan Ketua Koperasi Putra Putri Bhayangkara binaan KBPP POLRI Resort Kabupaten Sukabumi.

Rizky Rinaly menegaskan, jika jenis pinjaman tersebut meresahkan masyarakat, perlu diantisipasi. Yaitu dengan cara melakukan penolakan adanya rentenir berkedok Bank Emok dan sejenisnya. Hal itu menurut Rizky dinilai merupakan solusi terbaik.

Menyuarakan penolakan berawal dari kekhawatiran Rizky sebagai Ketua Koperasi. Karena pinjaman online   berdampak negatif di tengah masyarakat. Hal itu terjadi akibat adanya jenis pinjaman berkedok Pinjaman Online/Rentenir ke wilayah Sukabumi yang membuat sengsara dunia akhirat.

Rizky juga mengatakan, Rentenir Dan Pinjaman Online berlaga bak pahlawan. Giliran nagih galaknya pun gak ketulungan dengan aturan yang sangat tidak relevan dan cenderung memberatkan. Ini sudah terbukti seperti di lingkungan lain. Bahkan berakibat fatal sampai berakibat runtuhnya rumah tangga dan permasalahan antar tetangga.

Untuk itu lanjut Kang Rizky Rinaly, aparatur pemerintah daerah dan pihak-pihak terkait  hingga tokoh masyarakat diharapkan memiliki ketegasan dalam bersikap. “ Yakni menolak Pinjaman Online Dan Rentenir,” ujarnya menegaskan.  

Karena menurut Rizky Rinaly, Kabupaten Sukabumi memiliki potensi besar. Mulai dibidang pariwisata, pertanian, perdagangan hingga penyedia barang dan jasa.

Hal ini juga didukung oleh pemerintah pusat yang sedang membangun Jalan Tol Bocimi, jalur ganda kereta api Sukabumi-Bogor serta Bandara Sukabumi.

Maka dengan semakin pesatnya akses transportasi ini tentunya akan banyak investor yang datang ke Kabupaten Sukabumi. Kondisi ini harus dimanfaatkan oleh warga Sukabumi khususnya anak muda agar ekonomi warga Sukabumi cenderung naik hingga bisa memperbaiki taraf hidup.

“ Kami yakin Kabupaten Sukabumi bisa menjadi daerah yang paling maju di Jabar karena banyak potensi yang belum termanfaatkan secara utuh dan menyeluruh, sehingga ekonomi warga Sukabumi bisa naik secara signifikan,” pungkasnya saat ditemui awak media di kantornya di kawasan Sukaraja.

Sementara itu pada kesempatan terpisah, Sekretaris Umum Koperasi Putra Putri Bhayangkara E.Kusnadi menambahkan, koperasi yang dikelolanya bersama para pemuda akan fokus pada pemberantasan rentenir. Caranya   dengan melakukan sosialisasi pada masyarakat dan juga melakukan penggalian potensi kewilayahan serta bimbingan dan pengembangan UMKM. Hal itu akan dilakukan mulai dari dasar hingga pemasaran. “ Sehingga masyarakat nanti tidak lagi mengambil solusi sempit mengambil pinjaman dari rentenir dan sejenisnya,” jelas Kusnadi.

Diharapkan pemerintah daerah khususnya pemerintah Kabupaten Sukabumi mendukung penuh upaya yang dilakukan Koperasi Putra Putri Bhayangkara. Yaitu dengan membantu mengakomodir serta memberikan fasilitas dalam berbagai kebijakannya melalui dinas dinas instansi terkait.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here