Laporan : Dadan/Lutfi

Sukabumi, metropuncaknews.com – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Lembaga Aliansi Indonesia (LAI) dari Divisi Komando Garuda Sakti (KGS) Kab. Sukabumi, gelar rapat dengan masyarakat di markas PAC LAI KGS di Desa Tenjojaya Kec. Cibadak Kab. Sukabumi. Rapat tersebut digelar untuk membahas pelaporan ke kepolisian terhadap PT. Bogorindo Cemerlang, Sabtu (21/8/2021)

Pada rapat tersebut juga membahas terkait ulah beberapa oknum security PT. BC. Yang dinilai telah berbuat sewenang-wenang. Yaitu membongkar paksa bangunan yang telah dibangun oleh warga. Akibat pembongkaran paksa tersebut warga mengalami kerugian lebih kurang 100 juta rupiah.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPC LAI KGS Kab. Sukabumi Pupung Puryanto langsung bereaksi. Hingga menggelar rapat anggota untuk menindaklanjuti permasalahan tersebut.

Dalam pemaparannya Pupung Puryanto mengatakan akan membela hak-hak warga yang telah dizalimi oleh PT. BC hingga mendapatkan haknya kembali.

” Ini tidak bisa ditolerir lagi, karena ini sudah masuk ke dalam tindakan anarkis. Mereka tidak ada hak untuk menghancurkan bangunan milik warga tersebut, kita akan lawan” papar Pupung dihadapan puluhan anggota dan masyarakat.

Lebih lanjut Pupung menjelaskan, tanah yang diklaim oleh PT. BC yang berlokasi di Desa Tenjojaya Kec. Cibadak itu adalah tanah sitaan Kejaksaan Tinggi Negeri Bandung.

” Belum lama ini kami telah mendatangi Kejaksaan Negeri Cibadak untuk menanyakan status tanah yang diklaim oleh PT. BC tersebut. Pada kesempatan itu, Kejaksaan Negeri Cibadak melalui Kasi Intel menyatakan dengan tegas dan gamblang, tanah tersebut berstatus tanah sitaan kejaksaan. “ Lalu kenapa pihak PT. BC seolah-olah menjadi pemilik sah atas tanah tersebut,” ujar Pupung.

Adapun untuk langkah selanjutnya, DPC LAI KGS Kabupaten Sukabumi akan membuat laporan ke pihak kepolisian

” Kita saat ini sedang memikirkan langkah-langkah yang akan diambil, seperti pelaporan atas pengrusakan yang telah dilakukan beberapa tenaga keamanan dari PT. BC terhadap bangunan milik warga,” ucap Pupung usai rapat pada awak media.

Pupung juga menegaskan. Pihaknya juga akan mempertanyakan aktivitas lain yang ilegal yang dilakukan PT. BC. “ Yaitu, seperti penambangan pasir di lahan sitaan kejaksaan tersebut juga akan kita laporkan,” ujarnya menegaskan.

Pernyataan tersebut diperkuat oleh Arindi, Ketua PAC LAI KGS Kecamatan Cibadak.

” Kami anggota Lembaga Aliansi Indonesia divisi Komando Garuda Sakti Kabupaten Sukabumi, akan membuat pelaporan atas intimidasi dan perbuatan menakut-nakuti warga yang dilakukan oleh beberapa oknum dari PT. BC,” ujar Arindi.

Menurut Arindi, banyak dari warga yang merasa diintimidasi atau ditakut-takuti. Hingga warga merasa terancam oleh perbuatan beberapa oknum petugas keamanan PT. BC.

Selain itu, banyak dari warga yang telah mendapat perlakuan seperti itu. Namun baru hari ini mereka mengemukan sikap, akan melawan atas kesewenang-wenangan yang telah mereka alami.

“ Untuk itu pula kami dari LAI KGS Kab. Sukabumi akan membantu sebisa mungkin terhadap warga yang telah merasa dirugikan, dan saat ini pula kami telah sepakat untuk melawan,” ujar Arindi pada awak media.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here