Ketua Harian P2TP2A Kabupaten Cianjur, Lidya Indayani Umar, SH.MH

Laporan : Sandi

Cianjur, metropuncaknews.com – Ketua Harian P2TP2A Kabupaten Cianjur, Lidya Indayani Umar, SH.MH, menyarankan, Siti Zainah (25) segera membuat akta kelahiran. Diketahui Siti Zainah warga Kampung Gabungan RT 0/02, Desa Sukapura, Kecamatan Cidaun, Cianjur Selatan, Jawa Barat, seorang ibu yang sempat viral lantaran melahirkan tanpa proses kehamilan.

” Kami sudah membaca informasi terkait adanya kabar seorang ibu melahirkan tanpa kehamilan di Cianjur Selatan. Alasan kenapa kami menyarankan untuk segera membuatkan akta kelahiran, intinya kami disini menilai sebagai upaya perlindungan perempuan dan anak,”.

” Yang terpenting bagi ibunya, yaitu bagimana ibunya bisa membuat hak akte kelahiran buat anaknya,” kata Lidya.

Adapun urusan siapa bapaknya, lanjut Lidya, nanti akan diselidiki atau ada pihak penyelidikan dari pihak kepolisan untuk menyelidiki hal tersebut. Intinya kami dari perlindungan anak sebelum bapaknya ditemukan, minimal ada pengakuan dari ibunya.

” Dengan kejadian seperti itu, anak harus tetap mendapatkan perlindungan hukum. Terkait identitas hukumnya bisa dipakai atau bisa dibuat sesuai dengan aturan undang-undang yang ada dikependudukan atau catatan sipil, jadi anak yang belum diketahui jelas siapa bapaknya boleh memakai binti ibunya saja,” terangnya.

Masih dikatakan Lidya, pihaknya mengimbau agar anak tetap mendapat perlindungan hukum, terutama statusnya harus jelas identitas hukumnya. Diharapkan bagi yang mengetahui persyaratannya bisa membantu proses pembuatan aktanya. Seperti membuatkan surat keterangan kelahiran baik bidan maupun dokter.

” Nah, jadi itu salah satu persyaratan untuk ibunya mengajukan akte kelahiran atasnama anak tersebut. Walaupun hanya mamakai binti ibunya saja, tapi ini menunjukan bahwa siapapun nanti bapaknya dikemudian hari ditemukan anak ini sudah mempunyai identitas hukum,” ungkapnya.

Selanjutnya Lidya mengatakan, seumpama awalnya masih ditulis bintinya saja atau binti ibunya. Kalau memang jelas dan mungkin dapat dibuktikan secara fakta hukum melalui medis. Adanya hasil tes DNA atau adanya keterangan dari para ahli, pihak penyelidikan dan kepolisan. Maka nanti nama tersebut atas dasar yang ditemukan melalui medis ataupun pihak kepolisian. Nama anak tersebut bisa ditambah jadi nama bapak yang jelas didalam akta kelahirannya.

” Intinya siapapun dan apapun kondisi ibunya saat ini, dia yang sudah melahirkan seorang bayi perempuan wajib bagi orangtua sesuai dengan aturan undang-undang perlindungan anak memberikan nama atau identitas anak untuk diakui bahwa dia benar memiliki orang tua kandungnya. Jadi untuk melindungi hak-hak anak sampai nanti sekolah. Karena identitas hukum atau akta kelahiran itu sangat penting,”pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here