Ketua BUMDes Bobojong, SE. Apandi

Laporan : Andri Sutisna

Cianjur, metropuncaknews.com – Ketua BUMDes Bobojong Kecamatan Made Kabupaten Cianjur, SE. Apandi secara jujur mengakui, jika Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bobojong yang dikelolanya selama satu tahun, gagal. Hal tersebut diungkapkan Apandi saat ditemui di Desa Bobojong seuasi rapat dengan warga, Kamis (04/04) yang baru lalu.

Lebih lanjut Apandi mengatakan, saat ini usaha milik Desa Bobojong hanya Ruko dan PAM (Sumber Air Bersih) yang letaknya di Kp. Cidamar.

Menurut Apandi, penghasilan dari Ruko yang jumlahnya sebelas dipergunakan untuk perawatan dan listrik/token untuk PAM. Sedangkan dari BUMDes saat ini tidak memiliki penghasilan.

Apandi menuturkan, dari pertama ia menjabat sebagai Ketua BUMDes Bobojong yang lamanya sudah setahun, memang tidak memiliki keuntungan dari BUMdes tersebut.

Saat ditanya kenapa bisa demikian ? Apandi mengatakan, karena hasil dari Ruko sering dipergunakan untuk perawatan dan keperluan listrik. Sedangkan dari pelanggan PAM yang jumlahnya 61 pelanggan, pihaknya belum berani meminta biaya kepada pelanggan PAM. “Karena kami ingin memfasilitasi dan mensejahterakan warga, makanya dari usaha PAM kami belum memikirkan biaya untuk meminta dari pelanggan,” kilahnya.

Lanjut Apandi, bagi warga yang belum terpasang saluran air bersih, pihaknya sudah memikirkannya. Untuk itu, pihaknya sudah mengajukan pada anggaran Dana Desa sebesar RP 350.000.000 (tiga ratus lima puluh juta rupiah). “ Dana tersebut akan kami manfaatkan untuk pembuatan sumur bor di setiap kedusunan, artinya nanti setiap kedusunan akan memiliki satu sumber air bersih,” jelas Apandi.

Selanjutnya Apandi menegaskan, meski usaha dari PAM mengalami kerugian, pihaknya tidak akan berhenti. Karena air adalah sumber utama penghidupan masyarakat. “ Jadi sekarang kami sedang mencari solusi terbaik agar BUMDes tidak mengalami kerugian atau kegagalan, untuk itu kami akan terus bersinergi untuk kesejahteraan warga, dan kalau ada yang belum mengerti silahkan warga menghubungi BUMDes agar kami bisa berikan penjelasan secara detail,” ujar Apandi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here