Beni Irawan, S.H

Laporan : Dhani

Cianjur, metropuncaknews.com – Ketua APDESI Kab. Cianjur, angkat bicara terkait carut marut penyelenggaraan penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang dilakukan suplier dan e-warung. Saat ini e-warung memaketkan bahan pangan yaitu menjual bahan pangan dengan jenis dan dalam jumlah yang ditentukan sepihak atau pihak lain, sehingga Keluarga Penerima Manfaat KPM tidak mempunyai pilihan.

KPM tidak bisa memilih kebutuhannya. Lantaran pihak supplier dan e-warung sudah memaket komoditi BPNT tersebut. Selain daripada itu sering ditemukan juga komoditi yang tidak sesuai standar.

“Kebanyakan suplaier saat ini, seolah tidak mau peduli dengan kualitas BPNT. Hal itu jelas sangat merugikan KPM,” kata Ketua APDESI Cianjur Beni Irawan S.H, usai menghadiri forum rapat kerja Komisi A DPRD Cianjur, di kantor wakil rakyat Kab. Cianjur, Rabu (20/01) kemarin.

Sebetulnya yang menjadi permasalahan, lanjut Beni, yang dipermasalahkan adalah kualitas yang jauh lebih baik untuk KPM. Karena ini adalah uang KPM bukan uang suplier. Karena itu mereka jangan asal-asalan. Artinya komoditinya harus bagus sesuai dengan Pedum.

” Nah, menyikapi hal itu diperlukan adanya jaminan atau label perlindungan konsumen. Semuanya harus terjaga dan kualitasnya harus bagus layak dikonsumsi KPM,” ungkapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here