Kesbangpol Cianjur bersama Muspika Ciranjang, tokoh agama secara rutin selalu melakukan pembinaan kerukunan umat beragama

Laporan : Sam AS

Cianjur, metropuncaknews.com – Terbetiknya kabar tentang kristenisasi di Desa Panyawangan Kecamatan, Ciranjang, sempat membuat heboh berbagai pihak. Padahal di Kecamatan Ciranjang tidak ada Desa Panyawangan. Jadi jelas, kabar tersebut adalah berita bohong alias hoax.

Sementara berdasarkan pantauan, ada dua desa di Kecamatan Ciranjang yang penduduknya cukup banyak memeluk agama Nasrani. Yaitu di Desa Sindangjaya dan Kertajaya. Sedangkan di Desa Sindangsari dan Ciranjang,  itu hanya ada beberapa Kepala Keluarga (KK) saja yang beragama Nasrani.

Untuk menjaga kerukunan umat beragama di Kecamatan Ciranjang, Kesbangpol dan Muspika Ciranjang, tiap tiga bulan sekali  selalu mengadakan pembinaan kerukunan umat beragama. Kegiatan trsebut dipusatkan di Desa Sindangjaya Kecamatan Ciranjang Cianjur.

Seperti yang dilakukan pada Selasa (17/04). Kesbangpol Cianjur kerjasama dengan Muspika Ciranjang, Pemerintahan Desa, MUI dan berberapa tokoh agama Islam dan Nasrani, mengelar pembinaan kerukunan umat beragama. Seperti biasa, krgiatan tersebut  dilaksanakan di aula Desa Sindangjaya.

Camat Ciranjang, Saepul Anwar mengatakan, dilaksanakannya pembinaan kerukunan umat beragama di Desa Sindangjaya, itu merupakan rangkaian acara pembinaan yang dilaksanakan tiga bulan yang lalu. Karena pembinaan kerukunan umat beragama di Kecamatan Ciranjang sudah menjadi program rutin pihak Muspika Ciranjang dan Kesbangpol Cianjur.

Terlebih setelah adanya berita hoax beberapa waktu yang lalu.  Berita itu menyebutkan telah terjadi kristenisasi. Namun berita itu benat-benar hoax. Karena di Kecamatan Ciranjang, tidak ada nama desa Panyawangan dan tidak ada kristenisasi.

Pembinaan kerukunan umat beragama itu, difasilitasi Kesbangpol Kabupayen Cianjur kerjasama dengan Muspika Ciranjang, Pemerintahan Desa Sindangjaya, Kertajaya, Sindangsari dan Ciranjang. Sedangakan narasumber pembinaan kerukunan umat beragama, yaitu tokoh agama islam dan Nasrani dari desa setempat.

Saepul Anwar menegaskan, pihaknya menyakini di Desa Sindangjaya, Kertajaya, Sindnagsari dan Ciranjang, biarpun ada yang berbeda agama,  tidak saling hujat atau saling bermusuhan. Masyarakatnya benar-benar rukun, aman dan damai serta saling memahami perbedaan.

Selain itu, Saepul mengatakan, belum lama ini di Desa Sindangjaya baru selesai melaksanakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades). “Sekalipun saat itu warga terkotak-kotak karena beda pilihan, ternyata mereka terlihat rukun,  hingga Pilkades berjalan damai, aman dan lancar,” kata Saepul Anwar pada awak media.

Sementara itu, Pjs Kepala Desa  Sindangjaya, Tomy Rustomi menambahkan, ia bertugas menjadi Pjs Kepala Desa Sindangjaya, terbilang masih baru. Hingga belum memahami tentang kultur masyarakat Desa Sindangjaya. Apalagi mengenai perbedaan agama di sekitar lingkungan desa setempat.

Tapi dengan dilaksanakannya pembinaan mengenai kerukunan umat beragama, Tomy berucap terimakasih dan bersyukur pada jajaran Kesbangpol Cianjur, Muspika Ciranjang, BPD, LPM, MUI, tokoh agama Islam dan Nasrani yang telah melaksanakan pembinaan kerukunan umat beragama.

Diharapkan, seluruh umat Islam dan Nasrani yang ada di Desa Sindangjaya, dapat hidup rukun, tentram, harmonis, nyaman, aman dan damai.

” Hal itu nampaknya bisa terwujud, karena  selama bertugas menjadi Pjs Kepala Desa Sindangjaya, tidak pernah mendengar   ada perbedaan paham yang mengakibatkan huru-hara,” kata Tomy.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here