Pasar Induk Cianjur

Laporan: Shandi

Cianjur, metropuncaknews.com – Adanya permasalahan pasar bayangan di Cianjur yang sejak awal dan hingga kini penangananya belum tuntas. Untuk itu, Pedagang Pasar Induk Cianjur (PIC) akan mengadu ke Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

Bahkan mereka pun tak segan-segan akan melaporkannya kepada Presiden RI Joko Widodo apabila tuntutannya itu tak diindahkan oleh Pemkab Cianjur.

Pada aksi unjuk rasa yang dilaksanakan Selasa, pekan lalu, para pedagang sepakat, tidak akan membayar retribusi sebelum tuntutannya dipenuhi.

“ Karena sebelumnya sudah janji akan menyelesaikan semua keinginan dan permasalahan kami ini. Tapi sampai saat ini mana buktinya?” kata Ketua DPP PIC, Habib Hud Al-Idrus.

Para pedagang mengaku kecewa, lantaran Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman tidak hadir pada saat PIC menyampaikan tuntutannya di Pendopo Pemkab Cianjur. Padahal sebelumnya sudah beberapa kali mengadakan pertemuan dengan dengan sejumlah pihak terkait.

“ Bila tidak diindahkan, kami akan mengadu ke Gubernur bahkan ke Presiden. Karena kucuran anggaran PIC bukan dari anggaran APBD saja. Tapi juga dari provinsi. Nilainya yang tidak sedikit, kisaran tujuh miliar,” bebernya, seperti yang dikutip Radar Cianjur, (7/5).

Hal lain yang menurutnya janggal adalah, lenyapnya tim relokasi pasar induk Cianjur yang seharusnya ikut bertanggung jawab dengan kondisi sepinya PIC seperti saat ini.

“ Permasalahan ini tidak diintruksikan, namun memang kesepakatan para pedagang semua,” lanjutnya.

Tidak sedikit pedagang yang hingga saat ini mengalami gulung tikar. Alasannya karena sepinya pasar dan kehilangan pelanggang setianya.

” Ya, banyak sekali pedagang yang gulung tikar. Sepinya pasar dan kehilangan pelanggan sudah jadi bagian dari kami (pedagang),” kata salah seorang pedagang yang mengaku bernama Nia.

Lanjutnya, hal itu terkendala oleh kurangnya perhatian Pemkab Cianjur yang tidak memperhitungkan segala aspek perekonomian masyarakat.

” Segala keluhan sudah kami sampaikan dalam pertemuan-pertemuan dengan pihak terkait. Namun hingga saat ini tak kunjung ada penyelesaiannya,” ujar Nia.

Sementara, Kadisperindag Kabupaten Cianjur, Himam Haris melalui Kabid Perdagangan, Yana Kamaludin menjelaskan, pihaknya sampai sejauh ini baru melakukan pendataan dan pengecekan ke lokasi terhadap pasar-pasar bayangan yang ada.

“ Dari hasil pendataan, ada sekitar 30 pedagang yang sudah mendapat hak untuk berjualan di PIC. Tapi mereka kembali ke tempat asal dengan alasan sepi,” katanya.

Terkait sepinya PIC, Yana enggan semua kesalahan ditimpakan kepada pihaknya saja. Ia menyatakan, langkah dan upaya meramaikan PIC adalah tanggungjawab sejumlah dinas terkait lainnya.

“ Dinas terkait yang dimaksud diantaranya Dishub, Satpol-PP dan Dinas PUPR,” katanya.

Yana menyebut, pihaknya bukannya tinggal diam saja melihat sepinya PIC. Bahkan, ia menyatakan, tuntutan sejumlah pedagang PIC pun sudah diturutinya.

“ Kalau untuk tuntutan pedagang ada yang sudah dilaksanakan. Di antaranya perbaikan PJU oleh Dishub dan penertiban pedangan jalan raya oleh Satpol-PP. Bahkan akan ada perbaikan jalan oleh Dinas PUPR setelah Pemilu 2019 serentak selesai,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here