Ilustrasi

Laporan :Sam Apip

Cianjur, metropuncaknews.com – Seorang kakek yang berinisial YS (64) warga Kampung  Sindangraja RT / Desa Sindangraja Kecamatan Sukaluyu Kabupaten Cianjur,  ditemukan takbernyawa akibat gantung diri (Gandir), Kamis (21/4/2021) sekira pukul 12 15  WIB. Gandirnya YS diduga akibat kesal dengan penyakit yang dideritanya yang sudah cukup lama.

Informasi yang dapat dihimpun awak media, Kakek YS gandir di dalam kamar rumah miliknya. Pertama ditemukan oleh anaknya Putri (17) yang saat itu hendak masuk kamar ayahnya YS. Melihat hal itu, Putri sontak menjerit sambil minta tolong pada tetangganya.

Nampak YS  dalam kondisi tidak mengenakan pakaian selelai pun. Kecuali memakai Pemfers dengan posisi menggantung (Gandir) di dalam kamar . Lehernya terikat kain berupa selendang warna putih yang bagian atasnya diikatkam pada kayu usuk bangunan rumah bagian atas.

Tak lama kemudian warga setempat berdatangan dan pihak kepolisian Sukaluyu beserta jajarannya datang pula ke lokasi kejadian. Karena kebetulan saat itu sedang berlangsung unjukrasa masyarakat ke Kantor Desa Sindangraja yang lokasinya tidak jauh dari tempat kejadian Gandir. “ Kejadian tersebut langsung ditangani pihak kepolisian setempat,” ucap Ade Muwarman.

Kasi Pemerintahan Desa Sindangraja  Pimpim Alipin menambahkan, setelah jasad Kakek YS diturunkan petugas, langsung diperiksa sekujur tubuhnya bagian luar oleh pihak medis dari Puskesmas Sukaluyu. Pada tubuhnya tidak titemukan adanya bekas penganiayaan apapun.

Itu mutlak bunuh diri. Karena tanda tanda bunuh diri ditemukan alhi medis. Seperti diantaraya, lidah menjulur, keluar sperma dan dari lubang dubur keluar kotoran. Setelah dipastikan Gandir, pihak keluarga almarhum YS minta tidak diautopsi, tapi minta untuk langsung dikuburkan.

Karena selain itu, seluruh pihak keluarga sadar jika kejadian tersebut, merupakan takdir dari Illahi. “ Tak lama kemudian jasad Kakek YS langsung dibawa ke rumah anaknya untuk dimakamkan ditempat pemakaman milik keluarganya di Kampung Ciputri Desa Mande, Kecamatan Mande,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here