Laporan : Agus

Cianjur, metropuncaknews.com – Pandemi Covid 19, menimbulkan lemahnya ekonomi. Hal tersebut dirasakan seluruh kalangan masyarakat. Termasuk orang tua siswa SMP Negeri 1 Haurwangi, yang berada di wilayah Desa Ramasari Kecamatan Haurwangi Kabupaten Cianjur.

Namun, seorang guru agama kelas IX Iwan Kurnia, S.Ag memberi tugas kepada seluruh siswa kls IX, untuk mengumpulkan sajadah. Satu siswa satu sajadah. Pengumpulan sajadah itu, dilakukan melalui kordinator siswa di setiap kelasnya. Konon katanya, sajadah tersebut untuk ujian praktek. Sedangkan saat ini, siswa disuruh belajar di rumah.

Menurut keterangan, sekolah tersebut mempunyai 8 ruang kelas dengan jumlah 297 siswa. Rencananya sajadah tersebut akan dipergunakan untuk kegiatan ujian praktek semester VI.

Salah seorang siswa SMPN I Haurwangi yang tidak mau disebutkan namanya, mengatakan, setiap siswa diperintahkan oleh guru agama untuk mengumpulkan sajadah. Katanya untuk ujian praktek dan pengumumannya melalui group Whatsapp. Karena saat ini murid sekolah sudah disuruh belajar di rumah. “ Sedangkan pengumpulan sajadahnya melalui kordinator salah seorang siswa,” ucapnya.

Kepala Sekolah SMPN I Haurwangi Emod, saat ditemui Selasa (19/5) mengatakan, pihaknya semula tidak tahu, adanya kegiatan pengumpulan sajadah. Per siswa satu sajadah. Hal itu atas perintah guru agama Iwan Kurnia S. Ag.

Karena tidak ada kordinasi, Emod menegaskan, pihaknya tidak tahu menahu soal pengumpulan sajadah itu.  Namun setelah mengetahui hal itu, pihaknya langsung memerintahkan pengumpulan sajadah tersebut agar dihentikan. Selanjutkan Emod memerintahkan agar mengganti ujian peraktek dengan hapalan surat – surat pendek yang divideokan lalu dikirim melalui Whatsapp.

“ Sedangkang untuk sajadah yang sudah terkumpul, kami meminta agar semuanya dikembalikan lagi ke siswa,” ujarnya menegaskan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here