Kepala SD Negeri Pasirhayam, Dedeh Juariah S.Pd

Laporan : Dhani/Sandi

Cianjur, metropuncaknews.com – Geram atas pemberitaan yang diterbitkan tanpa adanya konfirmasi. Pihak sekolah langsung mengadakan pembinaan kepada seluruh guru dan Komite Sekolah. Pembinaan tersebut dilakukan di ruangan guru SDN Pasir Hayam di Jl.K.H Muh Sujai No.88 Desa Sirnaglaih Cilaku Cianjur, Senin (27/07) kemarin.

Kegiatan pembinaan tersebut, dihadiri Kabid SD Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur, Kasi Kesiswaan, Kasi Kurikulum, Kordik Kecamatan Cilaku serta marketing dari pihak penerbit untuk menjelaskan kebenarannya.

Menurut informasi yang dihimpun awak media, pokok permasalahannya adalah, diduga adanya oknum guru yang menjual buku pendamping tematik. Hal itu dilakukan bekerja sama dengan marketing pengadaan buku tersebut.

Saat ditemui di ruang kerjanya, Kepala SDN Pasir Hayam Dedeh Juariah S.Pd mengatakan, dirinya merasa dirugikan dengan pemberitaan tersebut. Lantaran sebelumnya tidak ada konfirmasi apapun kepadanya (pihak sekolah). Karena itu, Dedeh  menganggapnya hal itu sudah melanggar kode etik jurnalistik.

” Koq bisa pemberitaan tayang tanpa ada konfirmasi terlebih dahulu? Saya juga nggak pernah bertemu sama wartawannya, kalaupun tidak bertemu kan bisa melayangkan surat, telepon ataupun via pesan whatsapp. Padahal kalau memang ada yang mau ditanyakan kami (KS dan guru) selalu berada di sekolah dari hari Senin sampai Sabtu,” akunya saat ditemui kemarin.

Dedeh pun menyayangkan dalam pemberitaan tersebut dituliskan adanya oknum guru di sekolah yang dipimpinnya itu. Oknim guru tersebut diduga telah melakukan pungli kepada orang tua murid dengan cara menjual Bupena.

Menurut Dedeh, di sekolahnya itu sudah disediakan buku Paket Tematik Kurikulum 13. Dari mulai kelas 1 sampai kelas 6 yang disediakan sekolah dan dibeli dari dana BOS.

” Ya intinya, jelas kami merasa dirugikan dengan adanya pemberitaan tersebut, apalagi tidak jelas kebenarannya,” ujarnya.

Masih dikatakan Dedeh Juariah S.Pd, tadi juga Kabid SD Disdik Kabupaten Cianjur, H. Sukirman datang ke sekolah dan memberikan pembinaan kepada semua guru. Sukirman mengimbau agar para guru SD Negeri Pasir Hayam tetap menjalankan tugasnya sebagai pahlawan tanpa tanda jasa dengan penuh rasa tanggung jawab sesuai dengan tupoksinya.

” Dimasa Pandemi Covid 19 ini, sekolah belum boleh melaksanakan proses belajar mengajar (PBM) secara tatap muka. Artinya pembelajaran harus dilaksanakan secara Online Dari Rumah (Jaronah), Belajar luar jaringan dari rumah (Jarlurah), Belajar kombinasi (Jarnasi) dan Belajar Guru Kunjung (Jarunjung), tetapi dalam pelaksanaannya tetap harus memperhatikan protokol kesehatan,” kata H. Sukirman yang disampaikan Dedeh Juariah S.Pd.

Sementara marketing pengadaan buku, Wandy Hidayat menepis dan menegaskan, pemberitaan tersebut tidak benar. Menurutnya, penjualan Bupena sudah sesuai dengan prosedur.

” Pembelian buku ini melalui komite kelas sesuai kesepakatan orang tua murid yang merasa memerlukan buku tersebut, tidak ada unsur paksaan. Dan pihak penerbit pun tidak mengharuskan murid membelinya, selain itu juga untuk buku yang dipesan diantar melalui COD, artinya langsung diantar ke rumah murid dan pembayarannya juga bisa dicicil sampai bulan januari,” terangnya.

Lanjut Wandy menegaskan, berita yang diterbitkan itu tidak benar. Karena pembelian buku sudah atas kesepakatan antara komite kelas dan orang tua murid. Selain itu, murid juga tidak dipaksakan untuk membelinya.  Itu hanya bagi orang tua yang merasa perlu buku Bupena sebagai penunjang anaknya belajar.

” Mengenai adanya pungutan oleh guru berinisial YT, saya tidak tahu, karena uang cicilan buku itu dikumpulkan di komite sekolah dan dilaksanakan dengan tidak memberatkan orangtua murid,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here