Laporan : Sandi

Cianjur, metropuncaknews.com – Kepala Desa Mekarsari Ujang Rahmat, mengjak warganya untuk bersodakoh darah. Untuk itu, belum lama ini Pemerintah Desa Mekarsari Kecamatan Cianjur Kota bersama Lembaga Desa Siaganya bekerjasama dengan Puskemas Nagrak dan PMI Kabupaten Cianjur mengadakan kegiatan donor darah. Kegiatan tersebut diselenggarakan di aula desa, Kamis (13/08) kemarin.

Kegiatan tersebut memang merupakan salah satu program yang biasa dilaksanakan setiap 6 bulan sekali oleh Desa Siaga itu.

Namun sangat disayangkan pada pelaksanaan kali ini pendonor darah kurang begitu antusias mengikuti kegiatan ini. Mungkin, mengingat saat ini situasi masih di masa pandemi Covid-19.

Atas situasi itu pun, Ketua Desa Siaga Desa Mekarsari berusaha memakluminya. Lantaran saat ini masyarakat harus mengikuti aturan pemerintah tentang protokol kesehatan di masa pandemi covid-19.

” Untuk ide awal kegiatan ini berawal dari anggota Desa Siaga dan para kader PKK Desa Mekarsari yang kemudian kami pun berkolaborasi dengan pihak Puskesmas Nagrak juga PMI Cianjur, dan Alhamdulillah bisa terlaksana,” kata Ketua Desa Siaga Desa Mekarsari, Heni S.

Disinggung mengenai kurangnya minat pendonor darah saat ini Heni mengatakan, sebetulnya pihaknya juga kepala desa sudah melakukan koordinasi dengan para Ketua RT mengenai kegiatan donor darah ini. Namun mengingat situasinya masih dalam masa pandemi jadi masyarakat kurang begitu antusias mengikutinya.

” Seumpama di Desa Mekarsari ini sering mengadakan kegiatan donor darah, paling tidak ketika ada warga yang membutuhkan darah minimalnya akan udah mendapatkannya,” tutur Heni.

Sementara Kepala Desa Mekarsari Ujang Rahmat mengaku, bangga melihat desa siaga masih aktif melakukan beberapa kegiatan. Seperti diantaranya melakukan kegiatan donor darah.

” Kedepannya untuk desa siaga ini sudah dianggarkan untuk kegiatan atau program, karena ini anggaran daru negara jadi harus gunakan untuk kepentingan masyarakat,” kata Ujang.

Lanjut Ujang, menyikapi kurangnya pendonor darah tadi, mungkin ini karena kurangnya komunikasi saja. Sehingga para pendonor ini tidak bisa datang lebih banyak. Padahal ketika kita datang setidaknya bisa memeriksakan kesehatan secara gratis.

” Saya mengajak kepada masyarakat di Desa Mekarsari ini khususnya, jangan sungkan-sungkan untuk mendonorkan darah, karena dengan sodakoh darah ini kita bisa mendapatkan pahala yang besar. Saya juga mengajak kepada para ketua RT/RW mari bersama-sama kita sosialisasikan keuntungan mendonorkan darah untuk kemanusiaan,” tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here