Laporan : Sandi

Cianjur, metropuncaknews.com – Jalan lintas kabupaten penghubung tiga desa di Kecamatan Naringgul Cianjur Selatan Jawa Barat, kondisinya semakin rusak parah. Jalan berlumpur bak kubangan kerbau.

Pembanguan jalan yang melintasi Desa Margasari, Cinerang hingga Sukamulya, sangat dinantikan masyarakat. Karena jalan tersebut merupakan salah satu organ vital dalam menunjang pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Belum lama ini, kejadian nahas dialami Kepala Desa Margasari Azid S saat hendak berangkat Rapat Koordinasi (Rakor) di kantor kecamatan. Karena tidak ada jalan lain, ia terpaksa melewati jalan berlumpur itu. Ditengah perjalanan motor yang ditumpanginya selip hingga tercebur masuk lumpur. Karuan saja, sepatu serta celananya pun menjadi kotor.

Kepada wartawan, Kepala Desa Margasari Azid S, mengaku kesal dan sedih. Setiap kali melewati jalan yang katanya masuk jalan kabupaten semenjak tahun 2010. Tapi kenapa hingga kini akses jalan tersebut belum tersentuh perbaikan.

” Kalau boleh jujur, saya mau nangis melihat jalan kabupaten dari dulu hingga sekarang kondisinya belum diperbaiki. Alhasil roda peremonomian masyarakat jadi tidak berjalan, karena tidak ditopang dengan jalan yang laik pakai,” akunya.

Azid mengatakan, tadi pagi selepas shalat subuh ia  berangkat dari rumah melewati jalan berlumpur. Hingga sepatu dan celananya penuh lumpur. Padahal ia mau menghadiri rapat di kantor kecamatan.

” Mewakili 4900 jiwa, saya memohon pada para pimpinan diatas baik di Kabupaten, Provinsi maupun Pusat. Tolong jalan yang katanya masuk jalan kabupaten ini diperhatikan dan dibangun dengan cara di cor beton atau di Hotmik. Karena kalau dibiarkan seperti ini, sekalipun saya berangkat selepas shalat subuh tapi sampai kantor kecamatan tetap saja siang,” ujarnya penuh harap.

Azid juga mengatakan, jalan lintas kabupaten yang kondisinya hancur dan rusak parah tersebut, kalau yang melintasi Desa Margasari kurang lebih 4 kilometer. Mulai dari batas Desa Karyabakti Cidaun. Tapi kalau sampai batas Gunung Sumul Kabupaten Bandung bisa mencapai 26 kilometer dengan kondisi yang rusak parah pula.

” Semisal bisa mengunakan anggaran Dana Desa (DD), sudah dari dulu saya perbaiki dengan cara di cor beton, karena ini jalur proritas. Tapi kan tidak boleh, karena ini bukan jalan desa dan kami pun terbentur dengan aturan,” ungkapnya.

Yang menjadi miris, lanjut Azid menceritakan tentang warganya yang hendak berobat ke Rumah Sakit. Belum juga sampai pasien malah keburu pingsan kelelahan di jalan. Parahnya lagi ada warga yang mau melahirkan nggak sempat sampai Puskesmas keburu melahirkan di jalan dalam mobil.

” Sebetulnya pengajuan sudah disampaikan beberapa kali, melalui surat bahkan berbicara langsung kepada anggota dewan kabupaten dan provinsi. Tapi hingga kini belum terealisasi seperti layaknya jalan kabupaten pada umumnya,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here