Repoter : Sam AS

Cianjur, metropuncaknews.com – Sedikitnya 200 orang sahabat setia pada tahun 80an,  hidup aktif mendulang ilmu pengetahuan, wawasan dan mengalaman di salah suatu lembaga pendidikan ternama di Kabupaten Cianjur. Yaitu di Pendidikan Guru Agama Negeri (PGAN). Tegur sapa, bercanda ria, kadang rasa benci keluar dari benak dan hati, jika ada perbedan pendapat.

Seiring dengan berputarnya waktu dan perkembangan zaman, satu sama lainnya mulai menjauh. Menghilang dari pandangan mata juga menghilang dari ingatan. Karena terhalangi tabir kesibukan keluarga, pekerjaan dan aktivitas lainnya.

Hanya, kadang diwaktu tertentu kita ingat sama sahabat. Rindu akan kelakar bersama, duduk di bangku PGAN dengan seragam putih coklat yang menjadi ciri khas pada zaman itu. Tidak hanya itu saja, kadang perilaku sombong, arogan, pendiam, konyol, culun, lucu dan kampungan tersirat jika ingat pada sahabat yang menimbulkan rasa rindu.

Kawan,..! dimana kini kau berada.  39 tahun lamanya kita tak bersua. Aku rindu kalian, aku sayang kalian. Bukankah kita pernah menjalin kasih sayang, menjalih cinta kasih, hingga kini ikatan batin kita tak pernah pudar walaupun waktu cukup lama memisahkan kita.

Benci Tapi Rindu, (Endang S Taurina), Tanyakan Pada Rumput Yang Bergoyang (Ebit G Ade) dan Gita Cinta Di SMA (Chrisye), bernarkah semua itu kenangan kita dimasa lalu saat masih duduk di bangku PGAN. Tidak cukup sampai disana, masih banyak kenangan lain yang masih melekat di benak pikiran dan hati.

Seperti pada Yeti Qobtiah terkenang dengan  tahi lalat yang menempel di atas bibir kanannya. Yoyoh terkenang dengan rambut panjangnya. Ida, Cicih, Eti, Mimin, Maryam dikenang dengan keibuannya. Cucu Masitoh, Oja, Yati, cantik juga mungil, Neti (Enet), Lina, Eti Cipanas, Tuti, Ratna Dewi cantik juga sedikit centil dan Adah, Cucum, Cucu Maesaroh, Yayah, Rita, Imas, Lilis cantik juga pendiam.

Sedangkan, Ahmad Husen, Ali Muchtar, Hamzah, Asep Kocin terkesan degan beringas juga galaknya. Aep Ibing, Asep Satibi, Dadang Ismail, Rahmat, Mamik, Nanang Juanda terkenang dengan kegantengannya juga sedikit  cunihin. Suryana, Suryadi, Jamhur, Mulyadi, Tatang, Tapez,  Ayi Muhidin, Hunaeni dan Supyan, terkenang dengan kesantunannya dan sedikit noyod.

Sedangkan Herman Suherman, Utang, Yayat, Kiki, Maman PP, Nalim, Oteng, Ahmad Taupik, Iwan, Asep Godeg, isep dan Dindin terkenang pendiam, sedikit kurang PD. Sedangkan penulis terserah pembaca saja rasanya sulit untuk menilai karakter sendiri di masa lalu. Tapi yang jelas sekarang dikenal dengan julukan Si Kucir.

Kawan, tak semata untuk melecehkan atau menilai masa lalu kalian. Tapi ini hanya sebuah curahan hati, mengingat masa lalu semata. Jika memang salah, mohon maaf. Mungkin itu merupakan suatu kebodohan pribadi. Kawan, kapan kiranya kita bisa bersua. Aku rindu kalian dan semua kenangan masa lalu yang sulit untuk dilupakan begitu saja.

Selain itu, mohon maaf adanya  bila teman lainnya tidak tertulis menjadi aktor itu merupakan kealfaan pribadi.

Salah seorang alumni Apgan 81 yang kini dikenal dengan sebutan Si Kucir

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here