Laporan : Nana Cakrana

PURWAKARTA, metropuncaknews.com – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) Republik Indonesia menyerahkan bantuan Program Pemberdayaan Tenaga Kerja Mandiri untuk Kelompok Pekerja Perempuan terdampak Covid-19 di Kabupaten Purwakarta. Penyerahan bantuan tersebut dilaksanakan di Ballroom Hotel Prime Plaza Kawasan Industri Kota Bukit Indah Kecamatan Bungursari Purwakarta, Kamis (13/8).

Hadir pada kesempatan tersebut, Menteri Ketenagakerjaan RI Ida Fauziyah, Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika, Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Purwakarta beserta jajaran, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), sejumlah pelaku UMKM dan tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Menteri Ketenagakerjaan RI Ida Fauziyah mengatakan, bantuan ini berupa pelatihan dan stimulan modal. Sehingga, nantinya para pekerja perempuan yang terkena PHK atau dirumahkan bisa berwirausaha secara mandiri.

“ Khusus untuk Kelompok Kerja Perempuan dan ini diberikan kepada teman-teman yang dirumahkan atau di-PHK. Bentuknya adalah berupa pelatihan dan stimulan modal sehingga nantinya mereka bisa membuka usaha secara mandiri,” ujar Ida Fauziyah.

Ida memberikan alasan, kenapa hanya perempuan yang dipilih mendapatkan bantuan tersebut. Menurutnya, perempuan lebih terdampak akibat pandemi Covid-19 ini. Disamping para pekerja laki-laki pun mendapatkan dampak serupa.

“ Dulu kelompok kerja laki-laki lebih sering mendapatkan bantuan. Jadi kali ini kita memberikan porsi untuk perempuan. Sebelum acara ini, saya banyak berkomunikasi dengan serikat pekerja dan buruh perempuan. Mereka banyak bercerita dan menyampaikan keluh kesah mereka setelah di-PHK dan dirumahkan akibat pandemi,” jelasnya.

Menurut Ida, mereka (para pekerja perempuan, red) membutuhkan pendampingan dan modal usaha. Itulah alasan kenapa sekarang pihaknya memberikan bantuan kepada perempuan. Tidak lupa, ia pun berpesan kepada para pekerja perempuan agar tetap kuat dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini. “ Teman-teman tetap survive, tetap semangat menghadapi pandemi saat ini. Kita tidak boleh kalah, tidak boleh menyerah dalam menghadapinya,” pesannya.

Di tempat yang sama, Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika menyambut baik kegiatan yang digagas oleh Kemnaker RI ini. Menurutnya, program Kemnaker RI ini hampir sama dengan programnya yang sudah berjalan selama pandemi Covid-19.

“ Kami menyambut baik program ini. Dalam hal ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta juga sudah menyiapkan program yang sama, yaitu memberikan stimulus kepada tenaga kerja yang dirumahkan. Kita menyiapkan 1000 penerima untuk tahap kedua. Masing-masing pelaku usaha menerima sejumlah Rp 2 juta,” kata Bupati yang akrab disapa Ambu Anne ini.

Ambu Anne menjelaskan, program ini merupakan antisipasi dari pemerintah baik itu pemerintah pusat maupun daerah dalam mengantisipasi dampak lain dari pandemi Covid-19. “ Program ini, bentuk perhatian pemerintah dalam mengantisipasi dampak ekonomi akibat Covid-19 yang dirasakan oleh masyarakat,” ucapnya.

Lebih lanjut Ambu Anne menerangkan, menurut data dari Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Purwakarta ada lebih dari 8000 pelaku usaha UMKM.

“ Jumlahnya sangat banyak, pelaku UMKM tersebar dihampir semua titik di Purwakarta. Saat ini, mereka terbantu oleh Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) atau New Normal yang sudah dijalankan. Dan tempat wisata yang saat ini sudah mulai beroperasi serta menarik pengunjung yang datang, kembali dapat mendorong perekonomian masyarakat,” ujar Ambu Anne mengakhiri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here