santriawan/santriawati Al-Ittihad, kelompok tani dan relawan-relawan kebersihanmengikuti Seminar Pmanfaatan sampah

Laporan : Shandi 

Cianjur, metropuncaknews.com – Kementerian Lingkungan Hidup mengadakan seminar, presentasi, diklat dan rekayasa sampah. Kegiatan tersebut diselenggarakan di aula Pondok Pesantren Al-Ittihad di jalan Raya Bandung KM. 03 Desa Bojong Karangtengah Cianjur, Minggu (26/8).

Dalam pelaksanaan seminar tersebut hadir Andi Sya’bhan Solehudin PLH, perintis lingkungan hidup pembina seni kriya provinsi Dikmentri Nomor: 421 3/950 sebagai narasumber. Kegiatan tersebut diikuti peserta sebanyak 200 orang, dari santriawan/santriawati Al-Ittihad, kelompok tani dan relawan-relawan kebersihan lainnya.

Sebagai ide awal dilaksanakannya seminar ini, pihak panitia memiliki visi-misi yang sangat jelas, dengan alasan yang bisa dipertanggung jawabkan.

Berangkat dari rasa keprihatinan relawan kebersihan terhadap masyarakat yang kurang sadar akan lingkungan sekitar. Seperti halnya kelalaian dalam membuang sampah. Baik sampah rumah tangga maupun limbah industri yang berdampak pada penumpukan sampah rumah tangga dan pencemaran air selokan yang bermuara di Sungai Citarum dan Cisarua.

Ditemui seusai kegiatan seminar edukasi pemanfaatan sampah, Andi Sya’bhan Solehudin PLH, mengatakan, sampah-sampah tersebut, bisa menghasilkan suatu karya seni.

Menurut dia, sekitar puluhan tahun yang lalu, ia mulai menggeluti sampah. Dari hasil daur ulang sampah hingga menjadi karya seni yang berharga. Berkat ketekunan menggelutinyalah, ia bisa menyekolahkan anaknya ke perguruan tinggi negeri. “ Bahkan hingga  punya mobil dan rumah sendiri saat ini,” terang Andi.

Andi menyebutkan, kepada siapapun dengan niat yang baik dan tekun, Insya Allah akan membuahkan hasil yang baik. Diharapkan, apa yang sedang dilakukan saat ini, bisa memotifasi masyarakat untuk peduli lingkungan dengan mengelola sampah.

“ Selain bisa mensejahterakan diri sendiri, juga memberikan warisan alam yang sehat untuk anak cucu kita kelak,” pungkasnya.

Masih ditempat yang sama, salah seorang pegiat lingkungan, Ageung berharap, Cianjur yang saat ini penuh dengan problematika sampah yang sudah menahun,  dengan diadakannya seminar ini, mampu memberikan inovasi untuk menuju  lingkungan jauh lebih baik.

Dimulai dari komunitas, pondok pesantren, sekolah dan lembaga lainnya untuk menjadi suri tauladan kepada masyarakat, tentang bagaimana pengelolaan sampah yang baik dan benar. Sehingga bisa menjadikan suatu penghasilan dan menyelamatkan alam dan sungai.

Disinggung mengenai penyelamatan sungai Citarum dan Cikundul, ia menjawab keselamatan lingkungan itu didasari oleh kesadaran masyarakat yang peduli akan lingkungannya. Seperti halnya masyarakat mau melakukan pemilahan antara sampah organik dan non organik. “ Selanjutnya diolah menjadi sesuatu yang bisa berguna,” jawabnya.

Diharapkan, dengan melalui komunitas, Kementerian LH mencoba memberikan edukasi positif. Selanjutnya, komunitas ini bisa melakukan kampanye dilingkungan masyarakat tentang pengelolaan sampah-sampah tersebut.

“ Kenapa pondok pesantren yang kami tuju, karena mereka akan menjadi seorang figur dilingkungan masyarakat, maka kami pun menjadikannya sebagai pionir untuk masa depan lingkungan hidup,” jelas Ageung.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here