Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kab. Cianjur, H. Sapturo

Liputan : Shandi

Cianjur, metropuncaknews.com – Setelah beberapa kali mendatangi kantor PLN di jalan Dr. Muwardi Bypass Cianjur, orang tua M. Enda Suryadi bocah  korban tersengat listrik tegangan tinggi beberapa pekan lalu, meminta bantuan Komisi IV DPRD Kabupaten Cianjur, Selasa (26/6).

Kedatangan orang tua Enda ke kantor Dewan, untuk meminta bantuan penyelesaian masalah yang menimpa anaknya.

Ungkapan leprihatinan pun disampaikan Komisi IV DPRD Kabupaten Cianjur, atas musibah yang telah menimpa bocah pelajar SD tersebut. Karena secara tidak langsung anak tersebut bisa kehilangan masa depan dan apa yang di cita-citakannya bisa sirna.

Menyikapi hal tersebut, H. Sapturo dari Fraksi Partai Golkar sebagai wakil Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Cianjur mengungkapkan, apa yang sudah dideklarasikan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Cianjur melalui ramah anak. Artinya, segala fasilitas baik di sekolah, tempat umum dan lokasi main lainnya haruslah diutamakan, agar si anak bisa merasa aman dan nyaman.

“ Nah, kalau ada kasus anak kecelakaan terkena listrik tegangan tinggi  itu luar biasa, jelas itu tidak sesuai dengan apa yang diharapkan,” ujarnya saat ditemui awak media.

Karena kelalaian sudah terjadi, lanjut Sapturo, maka pihak PLN harus segera memperbaiki fasilitas yang ada. Supaya tidak mengganggu kenyamaman, guna menjaga rasa aman dan keselamatan anak.

Sapturo menyebutkan, karena ini sudah terjadi, maka PLN harus bertanggung jawab dengan membiayai segala keperluan pengobatan sampai sembuh total.

Hal senada, dikatakan oleh seorang politisi dari partai yang sama.  Perlu diketahui tentang program Peraturan Daerah (Perda) tentang ramah lingkungan, itu artinya tanggung jawab semua pihak.

“ Bukan tanggung jawab Pemkab saja, dalam hal ini semua lapisan masyarakat harus turut serta untuk mewujudkannya,” ujarnya menegaskan.

Sembari menunggu hasil keputusan pihak PLN beberapa waktu yang lalu. Komisi IV DPRD Kabupaten Cianjur, mengharapkan ada solusi dan langkah terbaik, jangan sampai menjadi polemik berkepanjangan,” pungkas Wakil Ketua.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here