Dandim 0608 Cianjur Letkol Inf Rendra Dwi Ardhani, menyerahkan kunci rumah pada Bakri

Laporan: Shandi/Yanto

Cianjur, metropuncaknews.com – Keluarga Bakri (72), penderita gangguan jiwa di Kampung Kiarapayung RT 02/06, Desa Ramasari, Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur, kini bisa tinggal di rumah baru yang layak huni.

Sebelumnya Bakri tinggal di sebuah gubuk di tengah sawah. Tapi setelah mendapatkan bantuan Rutilahu, Bakri dan keluarga kini tinggal di rumah baru yang dekat dengan lingkungan masyarakat.

Haru dan bahagia, karena Bakri Kini tak lagi tinggal di gubuk tengah sawah. Rumahnya saat ini sudah berada di area permukiman warga.

Tak hanya itu saja, kesehatan Bakri pun terlihat mulai membaik setelah sebulan mendapat pengobatan di Bogor.

Pada Sabtu (16/3), sekira pukul 10.30 Wib, Dandim 0608 Cianjur Letkol Inf Rendra Dwi Ardhani, menyerahkan kunci rumah pada Bakri.

Semula keluarga Bakri yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak mengalami keterbelakangan mental. Mereka hidup di sebuah gubuk yang terletak di tengah sawah dan cukup jauh dengan warga. 

Dandim 0608 Cianjur Letkol Inf Rendra Dwi Ardhani, mengatakan, awal mula membangun rumah Bakri karena niat memberikan bantuan.

” Kami bersyukur atas galangan dana untuk keluarga Bakri, mereka juga adalah keluarga kita warga yang sama memiliki hak hidup layak, semoga dengan adanya momen ini bisa menjaga toleransi dan kerukunan,” kata Rendra.

Dandim pun menceritakan awal mula mengetahui penderitaan keluarga  Bakri. Ia pun mendengar laporan dari Babinsa dan melihat dibeberapa media cetak dan online akan kehidupan Bakri yang sangat-sangat memprihatinkan.

” Sebagai prajurit saya terketuk hati untuk membantu karena ini juga sudah sesuai amanat undang-undang,” kata Rendra.

Seorang anak tiri Bakri, Arif Sarifudin (26), mengatakan, ia berencana pindah dari Bogor ke Cianjur untuk mengurus ayahnya.

” Ibu saya dulu tak sakit, mungkin kepikiran juga jadi ikut sakit,” kata Arif.

Kades Ramasari Agus Sumarna mengatakan, kalau dinilai dari tingkat kemiskinan keluarga Bakri sebenarnya punya tanah sawah.

” Tapi karena orang dengan gangguan jiwa, jadi semakin hari semakin tak terurus, sehari-hari istrinya keliling pasar mengemis di Pasar Ciranjang,” kata Kades.

Selanjutnya Kades mengatakan, sebenarnya warga secara swadaya sudah melakukan tiga kali rehab alakadarnya.

” Dari pihak desa juga telah membantu memperbaiki rumah Bakri, kami pernah melihat tumpukan uang di bawah kasur sampai uangnya hancur karena mungkin disimpan lama. Alhamdulillah sekarang normal bahkan ada bantuan dari Dinsos perbulannya yang berkelanjutan,” kata Agus.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here