Ilustrasi

Laporan : Sandi

Cianjur, metropuncaknews.com – Keluarga almarhum Budi Abdul Ivan (35), merasa kecewa atas perlakuan tetangganya. Pasalnya, saat almarhum Budi hendak dikebumikan tak ada yang mau menyolatkan jenazah. Hal itu terjadi karena, tetangga menduga, almarhum meninggal karena terpapar Corona.

Menurut informasi, almarhum meninggal di RS AMC Cileunyi Bandung sekira pukul 12.40 WIB karena penyakit gula bukan karena Covid-19. Tiba di rumah duka tepatnya di Gg.Rinjani 1 Rt 01/014 Kelurahan Sayang Cianjur Cianjur sekira pukul 16.30 WIB, Senin (22/06) kemarin.

Selasa (23/06), kakak kandung dari istri almarhum Hendra (39) mengatakan, pihaknya selaku keluarga besar almahum sangatlah kecewa. Semoga kejadian seperti ini tidak terjadi lagi kepada yang lain.

” Ya, dari pihak keluarga almarhum jelas kami sangat kecewa dengan kejadian yang dialami kemarin, terutama kepada pihak DKM Masjid Al-Munawar, Ketua RT serta RW. Kami mengharapkan agar kejadian seperti kemarin tidak terulang lagi kepada warga yang lain,” ujar Hendra.

Selanjutnya Hendra menegaskan, almarhum meninggal karena penyakit gula. Hal itu dibuktikan dengan adanya surat keterangan dari dokter yang menanganinya.

” Perlu masyarakat tahu, almarhum itu meninggal karena penyakit gula bukan karena Covid-19,” tegasnya.

Dilain pihak, Ketua RW 014 Iyan Sunardi (65) mengatakan, kejadian tersebut terjadi lantaran kurangnya komunikasi (mis komunikasi) antara pihak keluarga dan warga. Sehingga warga menyangka jenazah almarhum, akan dikebumikan di selatan dan sama sekali tidak ada kecurigaan terkait kondisi Covid-19.

” Benar, kejadian kemarin itu karena mis komunikasi saja, karena sebelumnya mendapat info bahwa jenazah akan dikuburkan dan dibawa ke selatan setelah dimandikan oleh ustad Agus. Selebihnya saya juga kurang tahu karena saya juga tidak ada ditempat,” ujarnya.

Sunardi juga mengaku, dirinya baru tahu setelah ada pemberitahuan lagi dari masjid. Sunardi memang belum sempat datang ke rumah duka. Karena menurut informasi jenazah akan dibawa ke selatan usai dimandikan. Jadi bukan karena adanya kekhawatiran almarhum terindikasi Covid-19.

” Saya memang belum sempat ke rumah duka, karena menurut info jenazah akan segera dibawa ke selatan, dan saya tahunya pagi hari setelah diumumkan lagi dimasjid untuk disholatkan. Kenudian bersama ustad dan imam masjid mendatangi rumah almarhum dan ternyata jenazah sudah siap dibawa ke Ciwalen Warungkondang untuk di sholatkan selanjutnya dikebumikan sesuai dengan permintaan terakhir almarhum, untuk dimakamkan dekat makam ibunya,” paparnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here