Laporan : Sam Apip

Cianjur, metropuncaknews.com – Keluarga Ali Rahman Hakim. Warga Kampung Babakan Nagrak, RT01/03, Desa Hegarmanah, Kecamatan Sukaluyu, Cianjur, nampaknya tengah mendapat ujian dari Yang Maha Kuasa. Betapa tidak, sudah hidupnya miskin, tinggal di gubuk reyot dengan ukuran 6×4 meter yang nyaris ambruk, tak pernah dapat bantuan apapun dari pemerintah. Baik pemerintah desa, kabupaten, provinsi ,maupun pemerintah pusat.

Padahal, berbagai program bantuan untuk warga miskin digelontorkan pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten. Tapi entah kenapa, Ali yang sehari-harinya bekerja sebagai pekerja serabutan, tak pernah dapat bantuan apa pun.

“ Jangankan bantuan berupa sembako atau uang, bantuan nasi kotak saja dari bantuan penanganan Covid 19, kami tak pernah dapat,” aku Nurhasanah, istri Ali Rahman (36), pada awak media,  

Ironisnya, saat ia menanyakan ke pihak desa, salah seorang perangkat Desa Hegarmanah yang bernama Putri mengatakan, nanti bantuan untuk keluarga Ali akan datang dari Alloh.

Karuan saja, jawaban yang tidak elok itu cukup mengagetkan Nurhasanah. Karena Nur Hasanah menilai, ungkapan yang dilontarkan Putri itu bukan doa, tapi sebagai ungkapan ejekan yang ditujukan pada dirinya dan keluarganya,  

Penderitaan keluarga Ali tidak cukup sampai disana, ternyata berbagai jenis bantuan dari pemerintah tak pernah didapatinya, termasuk bantuan penanggulangan Covid-19 dari Kabupaten, Provinsi dan pembagian Nasi kotak tak didapatnya.

Pasangan hidup  Ali Rahman Hakim, saat ditemui di rumahnya  memaparkan, ia bersama suaminya menghuni gubuk reyot itu sejak sebelas tahun yang lalu. Namun hingga kini belum pernah mendapat program bantuan perbaikan rumah. Seperti dari program perbaikan rumah tidak layak huni (Rutilahu).

Tak hanya itu, bantuan lain pun keluaraga Ali tak pernah dapat. Seperti Kartu Sehat, Gakin, Askeskin, BLT, PKH, termasuk bantuan dampak Covid-19, dan bantuan nasi kotak pun tidak pernah diberi pihak panitia dapur umum yang dipusatkan di Kantor Desa Hegarmanah.

” Orang lain mendapat berbagai jenis bantuan, seperti dari PKH, BLSM, BLT dan lainnya, Saya hanya bisa nelan ludah saja, dan memikirkan nasib hidup keluarga,” tutur Nurhasanah dengan wajah sendu menahan tangisnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here