Laporan : Nana Cakrana

Purwakarta, metropuncaknews.com – Paradigma peredaran gelap narkoba selama ini dianggap hanya masyhur di kota saja. Padahal nyatanya, saat ini desa pun menjadi pintu masuk. Bahkan, desa disinyalir menjadi tempat peredaran barang terlarang tersebut.

Guna mengantisipasi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta bersama Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (DPC Apdesi) dan Kepolisian Resor (Polres) Purwakarta makin gencar mensosialisasikan bahaya dari barang haram itu.

Kapolres Purwakarta AKBP Indra Setiawan melaui Kasat Narkoba AKP Heri Nurcahyo mengatakan, dengan diberikannya pemahaman akan bahaya narkoba, diharapkan peserta sosialisasi bisa menjadi agen- agen kepolisian dalam menekan angka peredaran narkoba.

Maka dengan masyarakat dan aparat desa, faham akan bahaya narkoba, minimal dapat meneruskan ilmu yang didapat dari sosialisasi ini ke keluarganya atau lingkungannya. Sehingga, jika masyarakat semakin faham akan bahaya narkoba dan risiko yang akan ditanggungnya. “ Maka sedikit-sedikit peredaran narkoba dengan sendirinya dapat berkurang,” jelas Heri, usai melaksanakan sosialisasi di Desa Sukamanah, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta, Jumat (23/10/2020).

Ia berharap, peran aktif masyarakat terutama aparat desa untuk segera melaporkan jika di lingkungannya terdapat peredaran miras hingga narkoba. Menurutnya, peran masyarakat sangat diperlukan mengingat keterbatasan jumlah aparat di setiap wilayahnya.

“ Tidak mungkin juga, kita (Polisi, red) dapat menjangkau seluruh pelosok-pelosok desa. Jumlah kita terbatas. Untuk itu, mohon dibantu, jika masyarakat atau aparat desa mengetahui ada peredaran narkoba, segera laporkan dan secepatnya kami lakukan penindakan,” tegasnya.

Ditempat yang sama, Camat Bojong Wawan Dedi Darmawan, mengucapkan terimakasih atas diselenggarakannya kegiatan ini. Pasalnya, kata dia, sosialisasi bahaya narkoba penting dilakukan sebagai benteng masyarakat dalam memerangi peredaran narkoba yang saat ini sudah secara masif masuk ke kampung-kampung.

“ Oleh karena itu, peserta dari sosialisasi bahaya narkoba ini, diutamakan perangkat desa seperti RT, RW, dan Linmas. Karena mereka menjadi ujung tombak dan bersentuhan langsung dengan masyarakat,” ucap Wawan.

Lewat sosialisasi bahaya narkoba ini, lanjut Wawan, merupakan upaya untuk mengedukasi dan membentengi masyarakat dari acaman barang haram yang merusak.

” Peredaran gelap narkoba tidak hanya menyasar kepada orang dewasa, melainkan juga kepada anak-anak. Sehingga bagaimana kita bisa meningkatkan ketahanan terhadap narkoba masuk ke wilayah Kecamatan Bojong,” tukasnya mengakhiri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here