Kapolres Cianjur AKBP Juang Andi Priyanto saat menggelar Konpers terkait pengungkapan kasus TPPO di Kota Bunga

Laporan : Sandi

Cianjur, metropuncaknews.com – Terjadinya Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) atau prostitusi, diduga kuat karena masalah ekonomi. Demikian dikatakan Kapolres Cianjur AKBP Juang Andi Priyanto, SIK, SH, M.Hum pada acara Konferensi Pers terkait pengungkapan kasus TPPO di Kota Bunga Cipanas Cianjur. Acara Konpers tersebut digelar di halaman depan Mapolres Cianjur, Sabtu (28/12) sekira pukul 16.15 WIB.

Pada kesempatan itu Kapolres menegaskan, pihaknya sepakat bahkan mulai dari Pemkab Cianjur, Polres, Kodim juga MUI Cianjur dengan tegas meyatakan tidak setuju dan tidak membenarkan kalau ada prostitusi di Kota Bunga. Karena itu petugas melalukan operasi dan menangkap mucikarinya.

” Mucikarinya ada empat orang, diantaranya F, A dan K atau jawer, dengan korban ada sekitar 12 orang. Korban-korban tersebut adalah satu (1) laki-laki dan 11 orang perempuan,” jelas Kapolres.

Adapun pasal yang dikenakan, lanjut Kapolres adalah pasal 2 TPPO Undang-Undang RI Nomor 21 Tahun 2007, tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang. Hukumannya minimal 3 tahun dan maksimal 15 tahun dengan denda minimal 120 juta, maksimal dendanya 600 juta.

” Demikian kita memberitahukan kepada rekan-rekan dan terima kasih. Kita juga memohon dukungan dari semuanya, untuk pemberantasan prostitusi yang ada di wilayah Cianjur, khususnya yang berada di Kota Bunga,” ungkapnya.

Lebih lanjut Kapolres mengatakan, modusnya itu yang jelas. Para mucikari mendapatkan keuntungan dari TPPO ini, dengan sasaran  turis asal Timur Tengah.  Menawarkan jasa sex  dengan menggunakan mobil antara pukul 1.00 WIB  sampai pukul 4.00 WIB, menjelang shalat subuh.

” Untuk tarifnya sendiri itu  beragam, ada yang 1 juta sampai 1,5 juta itu beragam, melihat kondisi apa dan bagaimana yang ditawarkan. Beruntung tidak ada korban dibawah umur,” terangnya.

Ada pun Barang bukti yang berhasil diamankan petugas adalah uang 2.5 juta, 12 HP, dua mobil serta ada juga ATM dan kunci mobil.

Upaya yang dilakukan pihak kepolisan adalah fokus menyisir, mulai dari Kota Bunga sampai wilayah lainnya di Cipanas Puncak Cianjur. Hal itu, terus dilakukan supaya tidak ada lagi prostitusi di wilayah Cianjur.

” Untuk para mucikarinya, akan kita pidanakan dan para korban sebanyak 12 orang, nanti kita bawa ke Departemen Sosial yang berada di wilayah Sukabumi. Semoga, nanti kedepannya kita punya panti sosial atau Depsos yang ada di wilayah Cianjur,” ujarnya.

Masih kata AKBP Juang Andi Priyanto,  dari pengakuannya, mereka itu kucing-kucingan khususnya dengan petugas. Kadang beroperasi kadang tidak.  Rata-rata mereka mencoba untuk mengelabui petugas malam-malam, mereka berpura-pura membeli apa saja (modus), barulah setelah itu menjajakan jasanya pada para wisatawan.

” Yang jelas, ini karena masalah ekonomi, mereka mencari pekerjaan mungkin karena kebutuhannya tinggi, jadi mereka menjajakan diri,” ujarnya menegaskan. (Sumber :Humas Polres Cianjur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here