Kapolres Cianjur : Polri Akan Tindak Tegas dan Terukur Geng Motor Yang membahayakan Nyawa Masyarakat

0
52

Laporan : Taufik Winata

Editor : Yanto Hidayat

CIANJUR, Metropuncaknews.com – Kapolres Cianjur AKBP Doni Hermawan,S.H.,S.I.K.,M.Si, menggelar Press Release terkait kasus pembacokan yang dilakukan oleh anggota GBR yang terjadi di wilayah hukum Polres Cianjur.

Press Release digelar di halaman Mapolres Cianjur, Rabu, 29/06/2022.

Saat dilaksanakan press release, Kapolres mengungkapkan, Sat Reskrim Polres Cianjur telah berhasil menangkap pelaku pembacokan terhadap korban bernama M.Zikri Mulkitsani yang sempat viral di Medsos dalam sepekan ini.

Diketahui kejadian pembacokan terjadi pada hari Sabtu, 25/06/2022 sekira pukul 19.59 WIB di jalan Taifur Yusuf kelurahan Bojongherang kecamatan Cianjur.

“Ada dua kasus yang kita tangani, yang pertama adalah kasus tentang pasal 170 yaitu penganiayaan secara bersama-sama kemudian yang kedua kasus terkait membawa senjata tajam.” ucap Kapolres.

Tersangka yang berhasil diamankan sebanyak 5 tersangka, 3 tersangka diantaranya adalah kasus penganiayaan terhadap seorang pelajar bernama M. Zikri Mulkitsani (14) dengan luka yang dialami yaitu luka robek di bagian kepala akibat sabetan golok milik pelaku.

“Barang bukti yang kami sita diantaranya adalah dua bilah golok yang satu digunakan untuk melukai korban dan satunya lagi untuk menakut-nakuti korban, tiga jaket dengan lambang geng motor serta satu unit sepeda motor yang digunakan para pelaku pada saat melakukan aksi penganiayaan.” ucap Doni.

Atas perbuatannya, ketiga pelaku diancam Pasal 170 ayat 2 KUHP tentang tindak pidana dengan tenaga bersama melakukan kekerasan terhadap orang dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara.

Sementara itu, dua tersangka lainnya yang terjerat kasus terkait penggunaan senjata tajam yang berinisial WR dan FH yang masih dari kelompok motor GBR, diterangkan Kapolres, tersangka WR berhasil diamankan oleh anggota Yon Raider 300/Cianjur, kemudian tersangka FH berhasil diamankan pada saat Operasi Cipta Kondisi pasca terjadinya konvoi geng motor yang viral di media sosial beberapa hari yang lalu.

Adapun pasal yang dikenakan kepada para pelaku yaitu Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman paling lama 10 tahun penjara.

Kapolres Cianjur AKBP Doni Hermawan,S.H.,S.I.K.,M.Si, menegaskan, “Siapapun atau dari kelompok manapun yang melakukan pidana, Polri akan melakukan tindakan tegas,” tegas Doni.

“Dan Jika dalam aksinya, geng motor membahayakan nyawa masyarakat dan petugas, maka Polri akan melakukan tindakan tegas terukur.” Pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here