Kapolres Cianjur AKBP Juang saat memberikan keterangan pers pada awak media terkait adanya pembunuhan balita

Laporan : Shandi/Ace

Cianjur, metropuncaknews.com – Kapolres Cianjur AKBP Juang Andi Priyanto, beserta jajaran anggota Sat Reskrim Polres Cianjur melakukan Konferensi Press. Kegiatan tersebut dilaksanakan terkait adanya pembunuhan balita berusia tiga bulan di Kampung Cisuren RT. 003/005 Desa Sukanagalih, Kecamatan Takokak, Cianjur Selatan, Sabtu (28/9), kemarin.

Dalam Konpress tersebut, Kapolres Cianjur AKBP Juang Andi Priyanto, mengatakan, kronologi kejadiannya adalah,  saat Y akan memandikan korban. Saat itu, korban terus menerus menangis, sehingga membuat pelaku kesal.

” Nah, pada saat itu juga pelaku, ingat dengan perbuatan suaminya yang berinisial D yang telah selingkuh, pada saat korban berumur 7 bulan di dalam kandungan,” terangnya.

Lanjut Kapolres Cianjur, karena merasa kesal dan sakit hati, pelaku yang semula akan memandikan korban (korban sudah dalam keadaan telanjang), kemudian memasukan korban yang terus menangis ke dalam bak mandi ukuran 1,5 x 1 meter dengan kedalaman 1 meter, yang telah penuh berisi air.

” Korban dengan posisi terlentang, lalu dengan sengaja ditinggalkannya sehingga tenggelam dan meninggal dunia,” ujarnya., Sekira pukul 09.30 WIB, lanjut AKBP Juang Andi Priyanto,  pada saat mencari rumput dikebun, nenek korban Mae, merasa tidak enak hati, selanjutnya pulang ke rumah.

Sesampainya di rumah, langsung pergi ke kamar mandi yang berada disamping rumah, dengan maksud untuk membersihkan diri sebelum masuk ke dalam rumah.

” Pada saat berada di dalam kamar mandi, Mae melihat ke dalam bak, karena ada sesuatu yang mengambang, yang awalnya diduga adalah boneka. Akan tetapi, pada saat diperhatikan lebih dekat lagi, terlihat sesuatu tersebut mirip dengan bayi dengan posisi telungkup. Selanjutnya Mae mengambil korban dan memeluknya, kemudian berteriak untuk meminta pertolongan kepada warga sekitar,” tandasnya.
Atas perbuatan tersebut pelaku dapat dijerat dengan pasal 80 Ayat (3) dan Ayat (4) UU RI No 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan atas UU RI No 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak, Juncto Pasal 338 KUHPidana Dengan Ancaman hukuman, Pasal 80 Ayat (3) UU RI No 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan atas UU RI No 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak: diancam dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 3.000.000.000.(tiga miliar rupiah).

Pasal 80 Ayat (4) UU RI No 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan atas UU RI No 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak: pidana ditambah sepertiga dari ketentuan sebagaimana dimaksud ayat (1), ayat (2), dan ayat (3) apabila yang melakukan penganiayaan tersebut Orang Tuanya. Pasal 338 KUHPidana: diancam dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here