Laporan : Yatiman

Bandung, metropuncaknews.com – Kapolda Jabar, Irjen Pol Drs. Rudy Sufahriadi bersama Gubernur Jabar, Pangdam III/Siliwangi dan Kajati Jabar serta FKPD Provinsi Jabar melaksanakan rapat Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulian Ekonomi Nasional. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Barat Gedung Sate Bandung, Senin (5/10).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Gubernur Jabar, Kabinda Jabar, Sekda Provinsi Jabar, Para Kepala Dinas Pemprov. Jabar, Pejabat Utama Kodam III / Siliwangi dan Pejabat Utama Polda Jabar.

Menurut keterangan, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menyamakan persepsi terkait percepatan penanganan Pandemi Covid – 19 di Jawa Barat. Dalam hal ini Ketua Pelaksana Komite memaparkan hasil yang dicapai selama 1 minggu.

Gubernur Jabar mengatakan, Kota Bandung kembali masuk zona merah bersama Kabupaten Bandung Barat. Status zona tersebut berdasarkan evaluasi Gugus Tugas Covid-19 Jawa Barat .

Selain itu ada tiga daerah di wilayah Bodebek yang kembali menjadi zona merah. Yaitu Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi dan Kota Bogor.

Menurut Ridwan Kamil zona merah di Kabupaten  – Kota Cirebon sudah turun. Tapi pindah ke kota Bandung dan Kabupaten Bandung Barat.

Status zona merah di lima daerah itu karena makin meningkatnya penularan Covid-19. Terlebih berbagai sektor usaha telah direlaksasi seperti tempat hiburan malam dan pusat perbelanjaan.

Gubernur Jabar menyatakan, pihaknya akan fokus mengatasi penularan Covid-19 di klaster pesantren di Tasikmalaya dan Kuningan. Termasuk sistem belajar tatap muka di pesantren untuk sementara dihentikan. Hal itu dilakukan guna mencegah penyebaran Virus Covid-19 lebih luas lagi.

Sementara Kapolda Jabar menuturkan, Polda Jabar sudah menyiapkan personel pengamanan untuk aksi buruh. Namun jika masih terjadi maka harus mengedepankan protokol kesehatan, Kapolda Jabar menghimbau untuk tidak melakukan aksi demonstrasi. (Sumber : Bidhumas Polda Jabar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here