Kapolda Jabar Irjen Pol Drs. Agung Budi Maryoto, M.Si bersilaturahmi dengan FKPD dan masyarakat Kota Banjar

Laporan : Yatiman

Bandung, metropuncaknews.com – Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Drs. Agung Budi Maryoto, M.Si berkunjung ke Kota Banjar, Rabu (11/4). Kunjungan tersebut dilakukan untuk bersilaturahmi dengan FKPD dan tokoh masyarakat Kota Banjar. Selain itu, Kapolda juga  mengunjungi Mapolres Banjar dan Mako Batalyon 323 Raider Kota Banjar. Pada kunjungan itu, Kapolda juga turut menyaksilsikan penandatangan dan deklarasi  anti hoax.

Dalam kunjungannya itu, Kapolda Jabar beserta rombongan didampingi Kapolres Kota Banjar mengundang seluruh lapisan masyarakat Kota Banjar. Hal itu dilakukan mengingat saat ini Jawa Barat sedang memasuki tahapan Pilkada Serentak 2018. Sehubungan dengan hal tersebut, Kapolda meminta masyarakat untuk waspada terhadap informasi yang belum jelas kebenarannya.

Pada kegiatan tersebut, Kapolda beserta rombongan, berkesempatan menyaksikan pagelaran seni rampak grndang. Kesenian ini merupakan kolaborasi tiga pilar. Yaitu TNI, Polri dan Pemkot Banjar.

Sementara acara silaturahmi dan tatap muka dengan FKPD dan tokoh masyarakat Kota Banjar serta deklarasi Anti Hoax dan penyematan PIN Anti Hoax. Nampak hadir pada acara tersebut Plt Walikota Banjar, Dandim 0613 Ciamis, Kajari Kota Banjar, Ketua MUI, Kepala PA Kota Banjar, Ketua KPU Kota Banjar, Ketua DPRD Kota Banjar, Ketua Pansus, Dan Lan Nud, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, DKM Se Kota Banjar dan sejumlah tamu undangan lainnya. Hingga acara tersebut kurang lebih dihadiri  500 orang.

Dalam sambutannya, Kapolda Jabar mengatakan, terkait Pilgub Jabar 2018 dan Pilkada di Kota Banjar, tokoh agama, pemuda dan masyarakat serta tim sukses dari masing masing Paslon, agar bersama-sama menjaga kondusifitas. Hal itu dipandang penting untuk menciptakan situasi yang aman dan damai.

Kapolda Jabar Irjen Pol Drs. Agung Budi Maryoto, M.Si saat memberikan sambutannya pada acara silaturahmi dengan FKPD dan tokoh masyarakat Kota Banjar

Selanjut Kapolda berpesan, agar masyarakat lebih berhati hati dalam menyebarkan berita yang belum jelas sumber dan kebenarannya. Apalagi beritanya tidak bisa dipertanggungjawabkan. “ Karena jika terlibat bisa di jerat UU ITE,” jelas Kapolda.

Selain itu, Kapolda juga menyoroti maraknya peredaran miras oplosan di masyarakat yang berujung maut. Terutama peredarannya di wilayah hukum Polda Jabar. Seperti yang baru baru ini terjadi di beberapa daerah. Korbannya sudah mencapai 52 orang.

“ Karena itu, diperlukan  pengawasan dari semua pihak, termasuk orang tua, mau pun tokoh agama untuk mrngingatkan masyarakat agar menjauhi miras,” ujar Kapolda.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here