Kondisi kantor Damkar di Cikalongkulon, sungguh memprihatinkan

Laporan : Andri Stisna

Cianjur, metropuncaknews.com – Melihat kondisi Kantor Pemadam Kebakaran, Kamis (29/11) di Jl. Abdul Muin, Kp Kaum Tengah RT 01/04 Desa Sukagalih, Kec. Cikalongkulon Cianjur, sungguh sangat memprihatinkan.

Betapa tidak, keadaan atapnya sudah bolong-bolong. Dinding sudah rapuh, dapur, toilet dan bahkan hampir seluruh stuktur bangunannya pun tidak seperti kantor pada umumnya.

Tak hanya struktur bangunan yang rapuh, keadaan kantornya pun terkesan sangat kumuh. Kendati demikian para petugas terlihat iklas dan nampak tak menghiraukan hal itu. Padahal maut mengintai mereka. Karena kondisi kantor yang rapuh dikhawatirkan suatu saat bisa saja ambruk dan menimpa mereka.

Selain itu, penyakit bisa saja menyerang mereka. Karena keadaan yang kumuh dan kondisi penampungan air di toilet tidak terawat bisa jadi sarang nyamuk.

Menurut para petugas yang sedang bertugas jaga, kondisi kantornya sudah lama seperti itu. Tetapi mereka tidak bisa berbuat apa-apa. Paling hanya bisa melapor dan mengajukan agar pos mereka diperbaiki.

Menurut Komandan Regu,  Gugun yang saat itu sedang bertugas pada awak media memaparkan, kondisi kantornya memang seperti itu. Ia bersama rekan kerjanya hanya menjalan tugas.

“ Kalau ditanya masalah kantor, kami tidak bisa komentar apapun tapi bapa bisa melihatnya sendiri apakah ini layak disebut kantor apa tidak, kami sudah mengajukan supaya dibenahi,” kata Gugun

Lebih lanjut Gugun mengatakan, dulunya tempat yang jadi kantor Damkar itu dipakai kantor persatuan veteran. Meski demikian alangkah baiknya jika diperbaiki atau dibenahi.

“ Jadi kalau bener mau dipindahkan juga kita meninggalkan kesan baik, pak Sulaeman juga sudah mengetahui keadaan kantor Mako Empat ini jadi sepertinya mungkin sudah diajukan ke pusat untuk dibenahi,” ungkapnya.

Gugun juga menambahkan, pemindahan Mako Empat ke Sukanegara pun banyak penolakan dari warga dan tokoh masyarakat. Masyarakat menginginkan Mako 4 tetap di Cikalong. Karena kalau dipindah ada apa-apa jauh. Paling harus menghubungi Damkar Ciranjang.

Sedangkan menurut peraturan, Pos Damkar itu jarak antara mako satu dengan mako dua harusnya 7,5 km jaraknya. Kalau ini sudah lumayan sesuai. Karena kalau ada kejadian di Raped pun bisa dari dua mako. Bisa sama Ciranjang bisa sama Cikalong. Tapi kalau dipindah terus kejadian di Cikalong minta bantuan ke Ciranjang jelas kejauhan.

“ Kami sebagai petugas menuruti saja apa kata pimpinan, kalau harus pindah ya kami pindah,  kami nga bisa apa apa, tetapi pindah atau tidaknya harapan kami semua yang bertugaspun inginnya dibenahi dulu karna sekarang ini musim hujan dan kalau hujan selalu bocor lihat aja atapnya kan bolong, di samping itu kalau sudah dibenahi atau direnovasi kesannya kita meninggalkan kesan baik,” tambahnya.

Keadaan MAKO Empat Pemadam Kebakaran juga disesalkan warga sekitar. Seperti yang diungkapkan Popon (43), melihat kantor Damkar takut roboh terus nimpa petugas. “ Tapi mudah mudahan jangan sampai terjadi hal yang tidak di inginkan, hanya kalau bisa tolong direnovasi kan yang namanya kantor itu harus kelihatan bagus,” tuturnya dengan nada kecewa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here