Laporan : Agus/Sam Apip

Cianjur, metropuncaknews.com – Kakek Sumardi (75) warga Kp Gunung Masigit RT 02/21   Desa  Campakamekar Kecamatan Padalarang Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (12/09), sekira pukul 16.30 WIB, ditemukan meningal dumia di bangku belakang Bus Hiba Putra Nopol D 7609 AQ jurusan Bandung-Sukabumi.

Meninggalnya Kakek Sumardi didugakuat akibat serangan jantung. Karena sudah lama memiliki riwayat penyamit jantung. Setelah selesai hasil pemeriksaah ahli medis Puskesmas Sukarame Cipatat, jenazah almarhum Sumardi langsung dibawa pihak keluarganya ke kampung halamannya untuk dimakamkan.

Informasi yang dapat dihimpun, alamarhum Sumardi naik bus dari Pasir Koja Bandung. Tujuannya ke Cipeuyeum Kecamatan Haurwangi Kabupaten Cianjur. Namun ditengah perjalanan tepatnya di Kampung Cibogo Cipatat, Sumardi  yang duduknya di pojok kanan bangku belakang.

Namun posisi duduknya terlihat aneh. Bagian kepalanya tersungkur kesenderan jok yang ada didepannya. Kedua tangan terurai kebawah. Saat itu salah seorang penumpang yang berada di pinggir kirinya langsung memberitahu kondektur bus.

Setelah dibangunkan dan disenderkan, ternyata Sumardi sudah meninggal dumia. Bus terus melaju dan di depan Polsek Cipatat yang lokasinya di pinggir jalan raya Rajamandala, bus berhenti dan pihak kondektur bus langsung melaporkan kejadian tersebut pada petugas kepolisian Sektor Cipatat.

Sementara itu,  Kepala Desa  Campakamekar Tarkopa (55) mengatakan, mendengar kakek Sumardi meninggal dunia di dalam bis itu adanya informasi dari putranya Almarhum yaitu Asep Sopyan. Karena itu ia langsung berangkat ke Polsek Cipatat. Setelah dilihat ternyata benar adanya, Kakek Sumardi sudah meninggal dunia.

Berdasarkan hasil pemeriksaan bagian luar  Polsek Cipatat dan ahli medis  Puskesmas Cipatat, tidak ditemukan hal yang mencurigakan. Sumardi meninggal dumia akibat seramgan jantung.

Hasil kesepakatan dengan pihak keluarga almarhum Sumardi dan pernyataan tertulis yang ditandatangani diatas materai maka jasad almarhum Sumardi dibawa pihak keluarga untuk dimakamkan di pemakaman di kampung halamannya.

Salah seorang putra almarhum Sumardi, Asep Supyan (26) menjelaskan, Sumardi memang memiliki riwayat penyakit jantung dan asma serta sudah agak pikun. Mungkin ttujuannya bukan akan ke Cipeuyeum Haurwangi, tapi akan pulang ke Gunung Masigit. Karenasudah pikun, almarhum menyebutnya Cipeuyeum.

“ Semuanya sudah mrupakan takdir Yang Maha Kuasa, karena kami dari keluarga almarhum memohon pada pihak yang berwajib untuk tidak diautopsi, melainkan akan dibawa langsung ke kampung halamnya dan akan dimakamkan di tempat pemakaman umum di kampung halamannya,” ujar Asep pada awak media, Sabru (12/09).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here