Laporan : Andri Sutisna

Cianjur, metropuncaknews.com – Kondisi bangunan Desa Sukajadi Kecamatan Katangtengah Kabupaten Cianjur, memprihatinkan dan terkesan tidak terurus. Karena itu, Kepala Desa Sukajadi Asep Sopyan yang baru menjabat 9 (sembilan) bulan, merasa terpanggil untuk memperbaikinya. Meski untuk itu, ia harus rela menguras kocek pribadinya dan mencari dana talangan.

Saat dijumpai awak media, Sabtu (26/03) di kantor Kepala Desa Sukajadi, Asep Sopyan mengaku riskan dengan kondisi kantor yang seperti tidak terurus.  Apalagi kondisi bangunannya yang sudah terbilang lapuk dimakan usia.

Demikian pula dengan kondisi bangunan Puskesmas Pembantu (Pustu). Hingga praktik kebidanannya di pindahkan ke wilayah dalam perkampungan Desa Sukajadi. Bukan lagi di sekitaran kantor Kepala Desa Sukajadi. Karuan saja, hal itu membuat masyarakat merasa kesulitan untuk memeriksakan kesehatannya. .

Melihat kenyataan tersebut, Asep dengan seluruh jajaran aparatur pemerintahan Desa Sukajadi dan didukung kuat oleh warga, akhirnya Asep yang dikenal penuh kesederhanaan ini, akhirnya memberanikan diri merogoh kocek pribadi. Hal itu dilakukan, demi kenyamanan staf desa. “ Karena dengan suasa kerja yang nyaman dan aman, tentu akan mampu memberikan pelayanan yang prima pada masyarakat,” kilah Asep.

Tak tanggung-tanggung Kades Sukajadi ini rela mengeluarkan dana talang senilai RP. 169.000.000 (Seratus enampuluh sembilan juta rupiah). Semua itu demi kenyamanan staf desa agar lebih bersemangat dalam melayani warga Desa Sukajadi.

Dalam perbicangannya dengan awak media, Asep mengatakan, dirinya riskan dengan kondisi bangunan desa yang memprihatinkan. Khawatirnya, mana kala nanti ada kegiatan atau ada warga yang berteduh atau berniat mengurus sesuatu, tiba tiba ada hal yang tidak diinginkan terjadi.

Karena itu, kata Asep, pihaknya memberikan usul dan saran kepada semua warga dan para tokoh serta seluruh perangkat  desa, untuk membangun kantor desa yang representatif.

“ Alhamdulilah mereka menyetujuinya dan sangat antusias sekali, maka dari itu saya memberikan dana talang bukan karena saya banyak duit tetapi saya prihatin dan riskan akan keberadaan bangunan kantor Desa Sukajadi,” jelas Asep.

Maka, lanjut Asep, setelah ada kata sepakat, renovasi kantor desa pun segera dilaksanakan. Nanti setelah ada anggaran turun, dana talang akan segera dikembalikan.

Disinggung tentang Bantuan Provinsi (Banprov), Asepo mengatakan, Banprov Tahun 2018 sudah habis dipergunakan untuk pembangunan jalan di darah Cikangkung. “ Nanti pengembalian dana talang itu dari Banprov tahun yang sekarang, dan disesuaikan  dengan pengeluaran dana yang sudah saya keluarkan, selanjutnya kami akan kerjakan kembali sesuai dengan RABnya,” tuturnya.

Asep berharap, kedepannya inginkan bangunan Pustu dapat segera dibenahi dan diperbaiki. Padahal untuk itu, pihaknya telah melayangkan surat permohonan bantuan pada Bupati Cianjur. Tetapi sampai saat ini belum ada jawaban. Bahkam pihak Dinas Kesehatan pun belum ada yang datang.

“ Hanya dokternya saja yang dulu bertugas disini yang mengetahuinya, yah saya juga tidak menilai dan tidak bermagsud menyalahkan pemerintahan karena saya juga mengerti kalau pengajuan itu butuh proses , tetapi yah saya harapkan pengajuan kami mengenai bangunan yang sudah keropos atau rusak, cepat direalisasi,” ujarnya penuh harap.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here