Rumah yang dijadikan tempat isolasi ke lima warga Desa Sukabakti

Laporan : Sandi

Cianjur, metropuncaknews.com – Beberapa hari yang beredar kabar di media sosial dan whatsapp serta pesan rekaman yang menyebutkan enam orang warga Desa Sukabakti Kecamatan Naringgul Kabupaten Cianjur Jawa Barat, terpapar Covid-19. Hal itu terjadi lantaran mereka  pulang dari zona merah yaitu Bogor.

Karuan saja adanya kabar tersebut, membuat warga Desa Sukabakti resah. Sehingga Kepala Desa Sukabakti Tatang Ds angkat bicara dan langsung memberikan kelarifikasi untuk menenangkan warganya. Sekaligus untuk menegaskan, jika berita yang beredar di media sosil,  whatsapp serta pesan rekaman tersebut tidak benar alias HOAX.

Tatang Ds yang juga Ketua Relawan Kesiap Siagaaan Penaggulangan Penaganan Pencegahan Covid-19 Tingkat Desa menegaskan, kesimpang siuran Informasi beredarnya lima orang warga yang terpapar virus Corona atau Covid-19 dari Kampung Tegallame itu tidak benar atau HOAX.

” Kronologis yang sebenernya adalah enam orang tersebut, pulang kerja di Bogor pada hari Senin (30/03) kemarin, dengan alasan pihak perusahan meliburkannya. Sesampainya di Kampung halaman, pada saat itu langsung melapor ke medis Puskesmas Naringgul untuk dilakukan pemeriksaan suhu tubuh. Karena dari beberapa orang tersebut ada yang terkena penyakit gatal-gatal, dari hasil pemeriksaan medis dinyatakan keadanya sehat-sehat saja dan suhu tubuhnya pun normal,” ujarnya Tatang saat dihubungi lewat pesan watshappnya, Selasa ( 6/4/2020).

Lanjutnya, mereka sebetulnya sudah diisolasi mandiri disalah satu rumah warga. Adapun mereka adalah WI (27), SI (18), RN (22), KN (19), SA (21) dan KS (19) sedang berada di Banjaran Bandung, karena pamanya meninggal dunia.

” Selama menjalani isolasi sudah hampir sembilan hari, keadanya sehat-sehat saja jadi tidak ada gejala gejala yang lainnya. Tadi sama ketua RW menjenguk untuk memastikan keadannya, adapun untuk makan sehari-harinya mereka diberi makan oleh pihak keluarga. Selain dari pihak keluarga, kami juga dari pihak pemerintah desa membantu untuk kebutuhan makan sehari-harinya,” tambahnya.

Terakhir Tatang mengtakan, sekali lagi pihaknya informasikan pada masyarakat Desa Sukabakti, mohon untuk tidak panik dengan adanya informasi tersebut.

” Jadi kami tegaskan, informasi itu bohong/Hoax, untuk sementara di Desa Sukabakti aman-aman saja. Dan kami juga sudah menghimbau setiap ada warga perantau yang datang untuk tidak keluar rumah, atau lebih baiknya jangan pulang dulu sebelum dinyatakan oleh pemerintah pusat diperbolehkan pulang, sebab kalau memaksa pulang juga akan masuk kategori Orang Dalam Pemantauan (Orang Dalam Pemantauan),” tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here